Tingkatkan Mutu Jurnal Melalui Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah

image post

Bangsa Indonesia sejak 2013 dijuluki sebagai lost science in the third world atau sebagai bangsa yang tidak pernah meneliti, hal ini tentunya membuat Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (kemenristekdikti) yang berhubungan dengan dunia pendidikan mendorong diadakannya pelatihan penulisan artikel ilmiah, hal ini ditujukan agar para dosen rajin meneliti dan menuliskan hasil penelitian menjadi artikel ilmiah walaupun dengan beratnya tugas dosen yang harus mengajar banyak mata kuliah.

Dr. Drs. A. J. Tjahjoanggoro, M.Si. selaku ketua LPPM Ubaya berharap agar setelah diadakannya pelatihan ini tradisi meneliti, mengabdi , dan menulis jurnal di kalangan dosen Ubaya bisa ditingkatkan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, selain itu beliau berharap agar akan ada banyak lagi jurnal yang dimuat di jurnal internasional.

Pelatihan penulisan artikel ilmiah ini kali pertama diadakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya dan diikuti oleh 30 dosen dari seluruh Fakultas, dengan mengundang pembicara yang ahli di bidangnya yaitu bapak Prof Dr. Wahyu Wibowo M.M. Sebelumnya, beliau sudah sering diundang menjadi pembicara dipelatihan penulisan buku ajar yang diselenggarakan tiap tahun. Pelatihan diselenggarakan pada tanggal 31 Maret 2016 di seminar room gedung International village ini membahas strategi untuk menulis artikel ilmiah atau jurnal ilmiah.  Strategi  yang pertama, mengenali masalah dan menemukan cara yang dapat dipakai menangani masalah,mengumpulkan dan menyusun informasi yang dibutuhkan untuk menangani masalah. Membongkar apa saja yang tersembunyi, selanjutnya menyajikan dalam bahasa yang jelas dan tepat kemudian sajikan kesimpulan. Keorisinilan sudut pandang  dan pendekatan atau keunikan perumusan masalah perlu diperhatikan. Perhatikan juga kedalaman pendekatan, ketepatan metode dan Implikasi temuan dan daftar pustaka. Terakhir pemilihan kalimat formal dan baku dari EYD, KBBI,  glosarium, thesaurus bahasa Indonesia.

Saat ini tidak sedikit penulis menggunakan logika umum dibandingkan dengan penggunaan logika ilmiah dalam penulisan jurnal ilmiah. Jika sedang masuk angin apabila dikerok akan sembuh, padahal hal ini belum terbukti secara ilmiah, maka kita akan ikut aja. Kecenderungan masyarakat untuk ikut, ini yang biasanya muncul di jurnal online. Sedangkan untuk hal – hal yang harus diperhatikan sebelum naskah jurnal dikirim pastikan tidak mengandung fabrikasi dan falsifikasi data dan kode etik yang lain, bukan hasil plagiat dan tidak mengandung unsur plagiat, tidak tengah diproses untuk diterbitkan dalam bentuk lain, tidak sedang dikirim ke jurnal berkala untuk dipertimbangkan pemuatanya, semua nama yang tercantum apakah sudah menyetujui bentuk akhir naskah yang akan diajukan, kalimat ungkapan terimakasih telah diungkapkan secara lengkap. Bapak Prof Dr. Wahyu Wibowo M.M. juga memberi informasi terbaru terkait dengan sistem akreditasi jurnal, per 31 Maret  jurnal akan diakreditasi secara online, jika dulunya harus dicetak secara konvensional  mulai 31 Maret 2016 semua mekanismenya akan dilakukan secara online.

“Untuk menumbuhkan rasa senang menulis dikalangan dosen dalam menulis jurnal ilmiah, institusi atau khususnya LPPM  harus terus mendorong, memotivasai dan melayani, sehingga menumbuhkan kebiasaan senang menulis. Ketika dosen berbondong-bondong menulis artikel ilmiah dijurnal, Indonesia kan akhirnya terkenal. Nil volentibus arduum, tidak ada yang sukar bagi yang punya keinginan. ” Ujar  Prof Dr. Wahyu Wibowo M.M.