https://kempalan.com/wp-content/uploads/2021/07/a-2.png

12 July 2021 Berita Abdimas
Webinar dengan topik Internet Sehat untuk Anak. Menampilkan pembicara Daniel Soesanto dan Maya Hilda Lestari Louk webinar digelar pada tanggal 6 Juli 2021.

Ponsel, gawai, laptop, dan perangkat teknologi informasi sudah menjadi peralatan sehari-hari. Tidak hanya di kantor dan di tempat usaha, teknologi ini sudah tidak asing lagi digunakan di rumah tangga. Orang tua, remaja, dan anak-anak seolah tidak bisa lepas dari gawai atau gadget. Bahkan, pada saat kondisi pandemi saat ini, yang mengharuskan kita lebih banyak berada di rumah, dapat dikatakan bahwa kehidupan manusia bergantung pada teknologi informasi. Bekerja, belajar, bermain, berbisnis berubah mengarah ke online memanfaatkan media internet.

Banyak dampak positifnya meski pun tidak bisa dipungkiri dampak negatifnya juga ada. Hal ini perlu diwaspadai oleh orang tua, terutama yang mempunyai anak kecil atau remaja. Mencermati perkembangan ini Program Sistem Informasi Bisnis Teknik Informatika Ubaya menggelar webinar dengan topik Internet Sehat untuk Anak. Menampilkan pembicara Daniel Soesanto dan Maya Hilda Lestari Louk webinar digelar pada tanggal 6 Juli 2021.

Daniel Soesanto, dosen Sistem Informasi Bisnis Teknik Informatika Ubaya menyampaikan bahwa internet yang dapat diakses melalui gawai, dapat menjadi pisau bermata dua. Anak-anak dapat mengikuti proses pembelajaran online, membaca buku atau artikel terkait pelajaran sekolahnya, mencari informasi yang bermanfaat, berolahraga secara virtual, bahkan dapat bermain untuk menyegarkan fisik dan pikiran. Namun, di sisi lain mereka bisa terpapar konten kekerasan, pornografi, dan berbagai hal negatif lain yang tentunya akan berdampak buruk bagi anak.

“Beberapa orang tua melakukan tindakan preventif dengan cara memarahi anak agar tidak lagi melihat konten negatif, atau lebih ekstrimnya melarang gadget atau gawai. Tujuannya baik, namun belum tentu efektif terhadap anak. Di sisi lain melakukan pelarangan secara total, akan membatasi anak mendapatkan manfaat teknologi tersebut”, ujar Daniel Soesanto.

Webinar Internet Sehat untuk Anak  ini adalah salah satu dari rangkaian kegiatan Seri Edukasi Masyarakat yang digelar oleh LPPM Universitas Surabaya. Tujuan utama Seri Edukasi Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan masyarakat yang sesuai dengan bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki Ubaya. Tercatat lebih dari 50 webinar digelar mulai April sampai Juli 2021 dengan menampilkan beragam materi, di antaranya kedokteran, elektro, sistem informasi dan teknologi informasi.

Pembicara ke dua pada webinar ini Maya Hilda Lestari Louk menyampaikan bahwa pada penelitian yang telah dilakukan di Inggris, dipetakan rentang umur dan gadget yang boleh diakses atau dibawa oleh anak tersebut. Pada umur 11 tahun anak baru boleh memiliki tablet sendiri dan menonton TV di kamar. Sedangkan laptop dan smartphone baru diperbolehkan apabila anak sudah menginjak usia 12 tahun hingga 13 tahun. Namun bukan berarti saat memegang gadget tersebut anak boleh mengakses apa pun melalui gadget tersebut. Akses ke media sosial baru diperbolehkan saat anak minimal berusia 14 tahun.

Dosen Sistem Informasi Bisnis Ubaya ini menambahkan perlu dijelaskan pada anak, aturan-aturan mengenai penggunaan gadget ini. “Seperti apakah boleh menonton youtube, apakah boleh bermain sebuah game, apakah boleh melakukan chatting dan seterusnya. Pada bagian ini tentu saja orang tua harus berperan besar dalam memberikan penjelasan yang tepat pada anak”, ujar Maya Hilda Lestari Louk.

Harus ditanamkan pada orang tua pemahaman bahwa teknologi itu baik, asal digunakan dengan baik pula. Oleh karena itu orang tua perlu menuntun anak agar menggunakan teknologi dengan baik. “Banyak aplikasi atau tools yang dapat digunakan oleh orang tua dan anak dalam menggunakan teknologi secara baik. Ada aplikasi yang memungkinkan orang tua dapat memasukkan sejumlah aturan, pembatasan aplikasi yang dibuka, pembatasan waktu penggunaan aplikasi, hingga penyaringan konten dari internet sehingga hanya yang berguna bagi anak saja yang muncul. Jangan tinggalkan teknologi, jangan ketinggalan teknologi, tetaplah bijak dalam penggunaan teknologi. Manfaatkan internet secara sehat untuk anak”, pungkas Maya.

berita terkait: https://kempalan.com/2021/07/12/sistem-informasi-bisnis-teknik-informatika-ubaya-gelar-webinar-internet-sehat-untuk-anak/