Penghargaan Peneliti dan Pelaksana Pengabdian Terbaik

12 April 2022 Berita Abdimas
Universitas Surabaya (Ubaya) memberi penghargaan kepada para dosen berkinerja terbaik dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pemberian penghargaan disampaikan saat perayaan Dies Natalis ke-54 Ubaya pada 11 Maret 2022.

SURABAYA – Universitas Surabaya (Ubaya)  memberi penghargaan kepada para dosen berkinerja terbaik dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pemberian penghargaan disampaikan saat perayaan Dies Natalis ke-54 Ubaya pada 11 Maret 2022. 

Ada tiga kategori dalam penghargaan dosen berprestasi yang dikemas dalam Ubaya Research and Community Engagement Award (URCEA) oleh LPPM Ubaya, yaitu Peneliti Utama Terbaik, Peneliti Muda Terbaik, dan Pelaksana Pengabdian Terbaik. Terdapat 13 dosen yang menerima penghargaan.  

Sebagai Peneliti Utama Terbaik satu, Johan Sukweenadhi, Ph.D dari Fakultas Teknobiologi, Peneliti Utama Terbaik dua, Aluisius Hery Pratono, S.E., M.D.M., Ph.D.(Fakultas Bisnis dan Ekonomika),  Peneliti Utama Terbaik tiga, Prof. Ir. Markus Hartono, S.T., M.Sc.,Ph.D.,CHFP.,IPM.,ASEAN Eng. (Fakultas Industri Kreatif), Peneliti Utama Terbaik empat, Elieser Tarigan, S.Si., M.Eng., Ph.D (Fakultas Teknik), dan Peneliti Utama Terbaik lima, Dr. Dra. Mariana Wahjudi, M.Si. (Fakultas Teknobiologi). 

Sedangkan untuk pemenang URCEA kategori Peneliti Muda Terbaik satu, yaitu Dr. dr. Rivan Virlando Suryadinata, M.Kes., dari Fakultas Kedokteran, Peneliti Muda Terbaik dua, Dr. Marisca Evalina Gondokesumo, S.H., M.H., S.Farm., M.Farm-Klin., Apt. (Fakultas Farmasi),  dan Peneliti Muda Terbaik tiga Olivia Tanaya, S.E., M.B.A. (Fakultas Bisnis dan Ekonomika). 

Selain penghargaan peneliti terbaik, Ubaya juga memberi penghargaan kepada lima pelaksana pengabdian terbaik. Adapun lima dosen berprestasi tersebut yaitu Veny Megawati, S.T., M.M. SCM., dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika sebagai pelaksana terbaik satu, Karina Citra Rani, S.Farm., M.Farm., Apt., dari Fakultas Farmasi sebagai pelaksana terbaik dua,  Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si., dari Fakultas Teknik sebagai pelaksana terbaik tiga, Endah Asmawati, S.Si., M.Si. dari Fakultas Teknik sebagai pelaksana terbaik empat dan Prita Ayu Kusumawardhany, S.E., M.M. dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika sebagai pelaksana terbaik lima.

Ketua LPPM Ubaya Prof. Suyanto, Ph.D., selaku penyelenggara penghargaan URCEA menyampaikan bahwa dalam upaya membangun atmosfer, budaya penelitian, dan pengabdian perlu memberi penghargaan kepada dosen sebagai apresiasi atas kontribusi dan implementasi penelitian serta pengabdian yang telah dilakukan. “Penghargaan ini dikembangkan untuk mengukur kinerja individu atas kinerja penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh para dosen di Ubaya,” terang Prof. Suyanto. 

Sementara itu, Veny Megawati, S.T., M.M., SCM.,  selaku pemenang penghargaan pelaksana pengabdian terbaik satu, menyampaikan terima kasih atas terobosan yang luar biasa dari LPPM Ubaya yang mengapresiasi tim pengabdian Ubaya. “Terima kasih kepada LPPM Ubaya yang selama ini selalu mendukung, memotivasi, dan memfasilitasi seluruh tim pelaksana pengabdian di Ubaya,” ujar Veny. 

Veny yang juga dosen Jurusan Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya membagi pengalamannya. “Untuk memenangkan URCEA, kita harus mempunyai tim yang solid, komitmen yang kuat dalam menjalankan kegiatan, dapat menjembatani kebutuhan mitra, networking yang bagus, jujur, dan yang paling penting adalah menjalankan dengan hati. Semoga URCEA dapat memotivasi banyak tim baru dalam mengembangkan inovasi dan mengimplementasikan hasil keilmuan yang tentunya sangat bermanfaat bagi Ubaya dan masyarakat luas,” pungkas Veny yang menjadi tiga ketua pelaksana pengabdian Ubaya pada tahun yang sama.

Sedangkan Karina Citra Rani, S.Farm., M.Farm., Apt. selaku pemenang  Pelaksana Pengabdian terbaik dua,  juga menyampaikan terima kasih. “Penghargaan URCEA memotivasi dosen melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai bagian Tridharma Perguruan Tinggi. URCEA menciptakan iklim kompetisi yang positif bagi seluruh dosen di Universitas Surabaya. Ke depan URCEA tetap dipertahankan dan kategori penghargaan melalui URCEA bisa diperluas,” ujar Karina yang juga dosen Fakultas Farmasi Ubaya. 
Sementara itu, Johan Sukweenadhi, Ph.D, kaget saat diumumkan sebagai peneliti terbaik satu. “Gak nyangka kali ini terpilih  memperoleh penghargaan peneliti utama terbaik satu. LPPM Ubaya sangat membantu. Support mulai SDM maupun infrastruktur melalui kegiatan workshop, Simlitabmas dan sebagainya. Kita terbantu sekali dari situ. Apalagi kemarin banyak proposal yang dadakan, tapi LPPM begitu adaptif dan men-support bahkan sampai tengah malam. Saya rasa itu support terbesar bagi peneliti dan pengabdi,” kata dia. 

Johan, yang juga dosen Teknobiologi menambahkan, semangat URCEA ini yang paling penting adalah bukan dari sisi pribadinya, tapi agar menular ke banyak teman. ”Saya apresiasi URCEA sebagai penyemangat buat teman-teman sepanjang tahun kemarin. Mungkin bagi tenaga pendukungnya diberikan apresiasi juga, termasuk LPPM,” pungkas Johan.

Kontak: Utomo(085850888810)