Kegiatan pendataan UMKM Desa Selotapak diadakan pada Jum’at, 18 Maret 2022.

18 March 2022 Berita Abdimas
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto bersinergi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Surabaya (UBAYA). Sinergi dilakukan melalui pendataan sentra-sentraUMKM berpotensi di wilayah Kabupaten Mojokerto.

SURABAYA–Dalam rangka mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto bersinergi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Surabaya (UBAYA). Sinergi dilakukan melalui pendataan sentra-sentra  UMKM berpotensi di wilayah Kabupaten Mojokerto.  Salah satu sentra UMKM di Kabupaten Mojokerto yang mendapatkan prioritas pendataan adalah Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan pendataan UMKM Desa Selotapak diadakan pada Jum’at tanggal 18 Maret 2022. 

Desa Selotapak merupakan salah satu desa binaan UBAYA di wilayah Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto sejak tahun 2019 lalu hingga saat ini. Desa Selotapak selain terkenal memiliki pemandangan alam yang sangat indah, desa ini mempunyai banyak UMKM yang bergerak dalam aneka ragam usaha. Ada kuliner, agribisnis, produk kreatif dan lain-lain. Paling banyak usaha bergerak di bidang kuliner. Beberapa UMKM kuliner yang terkenal seperti Café Gartenhutte, Dok Cafe, Pondok Sawah, Café Sabin, Rustic Market, dan lain-lain.



Kegiatan Pendataan di atas dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DISKOPUM) Kabupaten Mojokerto yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemasaran Iin Wuliyani, S.E., M.Psi., Kepala Bidang Pembiayaan Cici Risianti, AP., M.M., dan Pengawas Koperasi Ahli Madya Hannik Masna Zuridah, S.E.. Dari pihak LPPM Ubaya diwakili oleh Sekretaris LPPM Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si. dan Manajer Administrasi Pengabdian LPPM UBAYA Utomo S.S.. Sedangkan dari pihak Desa Selotapak hadir Kepala Desa Selotapak Agus Sugiono dan perangkat desa Selotapak dan para pelaku UMKM Desa Selotapak.
“Pelaku UMKM Desa Selotapak harus meningkatkan kegiatan pemasaran secara digital dalam memasarkan produk. Akses penduduk desa yang semakin baik pada sarana komunikasi seperti smatphone membuat pemasaran secara digital semakin menjanjikan. Tak lupa pelaku UMKM Desa Selotapak untuk membuat kemasan yang menarik pada produknya agar dilirik oleh pembeli.” saran dari bu  Cici Risianti, AP., M.M. pada para pelaku UMKM Desa Selotapak.

Pada kesempatan yang sama, bu Cici Risianti, AP., M.M. dan bu Hannik Masna Zuridah, S.E. secara berturut--turut menekankan tentang pentingnya aspek pembiayaan dan kelembagaan koperai wanita yang dapat meningkatkan level UMKM Desa Selotapak yang sebagian besar berupa usaha kuliner. DISKOPUM Kabupaten Mojokerto mempunyai beberapa program yang terkait dengan pembiayaan dan kelembagaan tersebut seperti program pinjaman dengan bunga rendah dan pendampingan untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Kuliner merupakan usaha yang tak pernah mati. Saat ini kuliner sudah berkembang menjadi salah tujuan wisata, selain destinasi wisata itu sendiri. Usaha agribisnis juga berkembang di Desa Selotapak, seperti usaha di bidang hasil pertanian dan peternakan. Beberapa contohnya adalah ternak kambing etawa, ayam potong atau ayam petelur, budidaya tanaman, sayur organik, bibit tanaman dan lain-lain,”  ujar Utomo, Manajer Pengabdian LPPM Ubaya.

“LPPM UBAYA siap untuk bekerjasama dengan DISKOPUM Kabupaten Mojokerto untuk mengembangkan dan membina UMKM Desa Selotapak dan desa-desa lain di Kecamatan Trawas karena hampir semua desa di Kecamatan Trawas mendapatkan pendampingan dari UBAYA. Hal ini membuat LPPM UBAYA mempunyai akses dan data potensi desa-desa di Trawas.” kata Sektretaris LPPM UBAYA Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si.

Saat ini, ragam usaha kuliner yang  dikembangkan di wilayah Kecamatan Trawas, khususnya di Desa Selotapak semakin banyak. Karena usaha di bidang kuliner ini bisa dilakukan dengan modal awal yang kecil.  Namun untuk meraih sukses, kuncinya terletak pada kualitas rasa makanan, kemasan, pelayanan, dan strategi pemasaran. Oleh karena itu, melalui sinergi pendampingan yang dilakukan UBAYA dan DISKOPUM Kabupaten Mojokerto, diharapkan UMKM di Desa Selotapak dapat berkembang maju dan sukses.

Sebagai salah satu desa wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik, buah tangan berupa kerajinan memiliki nilai jual tinggi. Keunggulannya terletak pada keunikan dan sisi artistiknya. Usaha kecil dan menengah di bidang ini mulai dirintis dengan membuat produk fesyen: kaos hingga aksesori.

Agus Sugiono, Kepala Desa Selotapak menyampaikan terima kasih kepada DISKOPUM Kabupaten Mojokerto dan UBAYA.  “Terima kasih DISKOPUM Kabupaten Mojokerto telah memilih Desa Selotapak masuk pendataan sentra  UMKM berpotensi di wilayah Kabupaten Mojokerto. Kami berharap ada tindak lanjut dari dinas berupa pendampingan berkelanjutan, seperti pendampingan yang sudah dilakukan Ubaya selama ini,” pungkas Agus


Kontak:
Utomo (085850888810)