Foto bersama narasumber dengan pimpinan Ubaya

17 February 2020 Berita Penelitian
Perkembangan riset dan kebutuhan terhadap obat herbal semakin lama semakin besar di Indonesia.

Perkembangan riset dan kebutuhan terhadap obat herbal semakin lama semakin besar di Indonesia. Selama ini pihak-pihak yang terkait dengan obat herbal melakukan upaya-upaya terbaik menurut cara pandang mereka masing-masing. Pihak-pihak terkait obat herbal itu antara lain pihak perguruan tinggi, pemerintah, industri, investor, komunitas, dan media. Masih sedikit upaya untuk mengumpulkan mereka semua untuk duduk bareng dan bersinergi mengiatkan dan mengembangkan obat herbal di Indonesia.

LPPM Ubaya menggagas kegiatan yang diharapkan dapat menjawab persoalan kurangnya sinergi terhadap pengembangan obat herbal tersebut. Gagasan tersebut dikemas dalam bentuk kerjasama yang melibatkan keenam pihak di atas atau dikenal juga dengan heksa heliks. Gagasan heksa heliks pada pengembangan riset obat herbal tersebut diawali oleh Dr. Oeke Yunita, S.Si., M.Si., Apt. seorang dosen Fakultas Farmasi Ubaya yang aktif mengadakan riset berkaitan obat herbal.

Kegiatan di atas dikemas dalam bentuk Talk Show dengan tema Sinergi Jejaring Heksa Heliks untuk Riset dan Pengembangan Obat Herbal sebagai narasumber kegiatan tersebut adalah pihak-pihak yang mewakili bagian heksa heliks yaitu Bappeko Surabaya, Rektor UBAYA Ir. Benny Lianto, MMBAT., Direktur PT Bintang Toedjoe, Direktur Utama Suara Surabaya Media, dan Ketua GP Jamu.

Kegiatan Talk Show di atas diselenggarakan pada hari Jum’at, tanggal 24 Januari 2020 bertempat di Gedung Perpustakaan Ubaya lantai 5. Acara Talk Show juga disertai dengan beberapa kegiatan yang lain yaitu Pameran obat herbal oleh PT. HRL Internasional, PT Bintang Toejoe, PIPOT Fakultas Farmasi Ubaya, dan dari Fakultas Teknobiologi. Selain dari itu dilakukan juga penandatanganan Perjanjian Penelitian UBAYA-PT Bintang Toedjoe tentang Karakterisasi Molekuler Jahe Merah dan Penandatanganan MOU UBAYA-GP Jamu.

Penandatanganan MOU antara Ubaya dengan PT Bintang Toejoe dan GP Jamu diharapkan menjadi payung pelaksanaan kegiatan yang konstruktif untuk pengembangan obat herbal di Indonesia. Kegiatan Talk Show yang sangat produktif dan bermanfaat tersebut diharapkan dapat memicu terciptanya komunitas obat herbal di Indonesia. (HI)