Peserta mengikuti dengan seksama pemaparan

26 February 2020 Berita Penelitian
Program dari LPDP yang terbaru adalah RISPRO kolaborasi internasional.

LPPM Ubaya diundang oleh Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan (Risbang) Kementrian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) untuk mengikuti Seminar on Introdution Research Opportunities Supported by Japan and e-Asia yang diadakan pada hari Kamis, tanggal 20 Pebruari 2020 di Gedung Perpustakaan Nasional RI lantai 17, Jalan Merdeka Selatan no 11, Gambir, Jakarta Pusat. LPPM Ubaya adalah satu diantara 80  Kepala LP/LPPM Universitas se-Indonesia dan 13 Kepala Lembaga Pusat Unggulan IPTEk se-Indonesia yang diundang pada acara seminar tersebut.

LPPM Ubaya hadir pada seminar di atas dengan mengikutkan Prof. Suyanto, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D. sebagai Ketua LPPM Ubaya dan Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si. sebagai Sekretaris LPPM Ubaya. Acara seminar yang sedianya akan dibuka oleh Prof. Ocky Karna Radjasa sebagai Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan (Risbang) Kementrian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), tapi karena berhalangan hadir maka diwakili dibuka oleh Dr. Teguh Rahardjo sebagai Direktur Eksekutif Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI).

Kota Jakarta yang diguyur hujan lebat pada hari Kamis tersebut tidak mengurungkan niat dari peserta untuk mengikuti dan mendengarkan seminar yang sarat informasi penting tentang kerjasama penelitian internasional, khususnya kerjasama penelitian internasional yang diinisiasi oleh lembaga-lembaga kerjasama penelitian dari Jepang.

Pada seminar itu dipaparkan program-program kerjasama penelitian yang dapat diakses oleh peneliti dan dosen di Indonesia seperti program-program yang diadakan oleh e-ASIA Joint Research Program (JRP), Japan Society for the Promotion of Science (JSPS), Asian University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net), New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO), dan juga ada info program yang berkaitan dengan penelitian dari LPDP Indonesia. Program dari LPDP yang terbaru adalah RISPRO kolaborasi internasional. RISPRO kolaborasi internasional ini melengkapi dua jenis RISPRO yang sudah dlakukan selama ini yaitu RISPRO kompetitif dan RISPRO invitasi.

Seminar ini diharapkan membuka wawasan dari pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan penelitian di Indonesia tentang beragam program kolaborasi internasional yang dapat diakses dari beberapa lembaga kerjasama penelitian internasional, khususnya dari Jepang. (HI)