Foto narasumber Workshop Buku Ajar

16 March 2020 Berita Penelitian
Format buku sebagai media komunikasi dan diseminasi ide masih diperlukan pada jaman digital saat ini.

Format buku sebagai media komunikasi dan diseminasi ide masih diperlukan pada jaman digital saat ini. Walaupun media untuk membaca buku tersebut mungkin sudah berubah dibandingkan masa yang lalu. Keberadaan buku dalam bentuk hard copy sudah ditandingi oleh buku dalam bentuk soft copy. Keberadaan laptop, tablet, dan smartphone yang dapat menjadi media yang lebih efektif untuk membaca buku. Format buku yang memiliki susunan yang lebih lengkap masih disukai oleh kebanyakan pembaca dibandingkan dengan format poster, ulasan, review, ataupun artikel ilmiah.

Kegiatan penelitian dan abdimas yang dilakukan dosen selalu berkaitan dengan ide-ide yang kemudian memerlukan komunikasi dan diseminasi dengan mahasiswa. Salah satu luaran yang dilakukan pada kegiatan penelitian dan abdimas adalah penulisan buku ajar. LPPM menyadari kebutuhan tersebut dan memfasilitasi para dosen yang melakukan penelitian dan abdimas agar dapat menuangkan ide-ide melalui penulisan buku ajar. Penulisan buku ajar tidak melulu berdasarkan kegiatan penelitian dan abdimas yang mendapatkan pendanaan, tapi bisa juga dikarenakan kebutuhan dosen untuk mengaktualisasikan kegiatan pengajarannya.

Pada tanggal 16 Maret 2020, LPPM Ubaya mendatangkan narasumber yang sangat kompeten dalam penulisan buku ajar yaitu Prof. Dr. Wahyu Wibowo sebagai pakar yang telah menulis lebih dari 36 judul buku dalam topik kebahasaan, kesastraan, jurnalisitik, komunikasi, dan kepenulisan praksis. Selain itu, Prof. Wahyu saat ini merupakan anggota tim penilai pada Program Hibah Penulisan Naskah Buku Ajar dan Program Insentif Buku untuk Dosen, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Kemenristekdikti dari tahun 2006 sampai saat ini. Kemudian juga ada pembicara dari Penerbit Rajagrafindo (Rajawali Pers) yang banyak menerbitkan buku-buku ajar untuk perguruan tinggi. Kegiatan workshop ini dibuka dan ditutup oleh Prof. Suyanto, Ph.D. sebagai ketua LPPM Ubaya.

Workshop ini tidak hanya diikuti oleh dosen-dosen Ubaya tapi juga oleh dosen-dosen di luar Ubaya. Tercatat peserta workshop berasal dari dosen PTS dari Jombang, Lamongan, Sidoarjo, Kediri, Malang, dan Gresik, selain tentunya dari Kota Surabaya sendiri. Kalau berdasarkan perguruan tinggi, tercatat 18 PTS se Jawa Timur yaitu Univ. Narotama Surabaya, Univ. PGRI Adibuana Surabaya, STKIP PGRI Jombang, Univ. Wijaya Putra Surabaya, STIESIA Surabaya, Univ. Bhayangkara Surabaya, STIE KH. Ahmad Dahlan Lamongan, Univ. Muhammadiyah Sidoarjo, STIKES PGRI Jombang, STIKES Karya Husada Kediri, Univ. Hang Tuah Surabaya, Univ. Ma Chung Malang, Univ. Nusantara PGRI Kediri, Poltekes dr. Soepraoen Malang, Univ. Muhammadiyah Malang, Univ. Dr. Sutomo Surabaya, Univ. Muhammadiyah Gresik, dan Akademi Analis Kesehatan Malang menghadiri workshop di atas.

Antusiasme peserta terasa dengan cepatnya registrasi pendaftaran untuk mengikuti workshop ini. Praktis hanya satu minggu registrasi pendaftaran untuk workshop ini dibuka jumlah peserta dari dalam Ubaya dengan luar Ubaya mencapai lebih dari 60 peserta. Kebutuhan untuk dapat menulis buku ajar yang baik ternyata sangat besar untuk para dosen. (HI)