Berita Abdimas Archives - LPPM Universitas Surabaya https://lppm.ubaya.ac.id/category/berita-abdimas/ Tumbuh dan Berkembang Bersama Masyarakat Wed, 23 Sep 2026 09:45:44 +0000 en-US hourly 1 https://lppm.ubaya.ac.id/storage/sites/50/2025/11/cropped-icon-32x32.png Berita Abdimas Archives - LPPM Universitas Surabaya https://lppm.ubaya.ac.id/category/berita-abdimas/ 32 32 Kemendiktisaintek Gandeng Ubaya Perkuat Kualitas Reviewer Penelitian Nasional https://lppm.ubaya.ac.id/2026/09/18/kemendiktisaintek-gandeng-ubaya-perkuat-kualitas-reviewer-penelitian-nasional/ Fri, 18 Sep 2026 01:10:34 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=2954 SURABAYA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) menggelar Seleksi dan Bimbingan Teknis Calon Reviewer Penelitian Batch 1 Tahun 2026 bidang Sosial Humaniora dan Pendidikan. Kegiatan digelar di Universitas Surabaya (Ubaya) mulai 15–18 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kementerian memperkuat kualitas…

The post Kemendiktisaintek Gandeng Ubaya Perkuat Kualitas Reviewer Penelitian Nasional appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>

SURABAYA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) menggelar Seleksi dan Bimbingan Teknis Calon Reviewer Penelitian Batch 1 Tahun 2026 bidang Sosial Humaniora dan Pendidikan. 

Kegiatan digelar di Universitas Surabaya (Ubaya) mulai 15–18 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kementerian memperkuat kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses review penelitian nasional.

Direktur DPPM Kemendiktisaintek, Prof. Apt. I Ketut Adnyana mengatakan reviewer memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas penelitian yang didanai pemerintah.

 “Melalui kegiatan ini, DPPM berupaya mencari dan memberikan pelatihan kepada calon reviewer agar memiliki kompetensi dalam menilai substansi proposal serta pemahaman yang kuat mengenai etika, integritas, dan tanggung jawab sebagai reviewer,” ujar Ketut.

 Saat ini jumlah reviewer penelitian di DPPM masih kurang karena jumlah proposal yang selalu meningkat setiap tahun. Untuk tahun 2026 proposal peenelitian dan pengabdian kepada masyarakat berjumlah 100.000 lebih.

Dengan keterbatasan reviewer, menyebabkan beban kerja reviewer dalam mereview proposal menjadi sangat banyak. DPPM merekrut reviewer agar pembagian jumlah proposalnya merata, sehingga kualitas dalam mereview menjadi lebih baik.

Ia menekankan, proses review harus dilakukan secara objektif, independen, dan profesional. Reviewer juga perlu memperhatikan kesesuaian metode, kebaruan penelitian, peta jalan, Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT), serta karakteristik setiap skema penelitian. Menurutnya, reviewer tidak hanya berperan sebagai pihak yang menilai proposal. Masukan yang konstruktif juga diperlukan agar proses review turut mendorong peningkatan kualitas proposal dan penelitian.

“Dengan kuatnya kapasitas dan database reviewer, kami berharap proses penilaian proposal penelitian dapat berjalan semakin berkualitas, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

 

Perkuat Etika Reviewer

 Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Prof. Junaidi Khotib turut memberikan materi bertajuk “Etika Reviewer”.

 Prof. Junaidi menjelaskan, etika reviewer menjadi standar moral dan profesional yang harus diterapkan dalam seluruh tahapan penelitian, mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian, hingga perolehan luaran.

“Reviewer penelitian memiliki peran strategis dalam menjaga mutu penelitian, menjamin objektivitas dan integritas, menyelaraskan dengan prioritas nasional, serta membangun ekosistem reviewer berkelanjutan,” tegasnya. 

Ia menambahkan, pemahaman mengenai etika penting karena tugas reviewer berkaitan langsung dengan kualitas dan kredibilitas proses penelitian nasional. Selama empat hari, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan dari Tim Pakar DPPM Kemendiktisaintek. 

Setelah kembali ke perguruan tinggi masing-masing, peserta diharapkan mampu menilai kelayakan proposal, memonitor pelaksanaan penelitian, serta mengevaluasi luaran penelitian. 

Wakil Rektor II Ubaya, Dr. Noviaty Kresna Darmasetiawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kemendiktisaintek kepada Ubaya sebagai mitra penyelenggara kegiatan.

“Universitas Surabaya sangat mengapresiasi kepercayaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kepada Ubaya untuk menjadi mitra dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Bagi kami, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Surabaya untuk terus berkontribusi dalam penguatan ekosistem penelitian dan pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya. 

Menurut Dr. Noviaty, peningkatan kualitas penelitian nasional membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, reviewer, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada kegiatan selama empat hari, tetapi berlanjut dalam bentuk jejaring akademik, pertukaran gagasan, dan kolaborasi penelitian. 

“Semoga interaksi selama kegiatan ini dapat berlanjut menjadi kerja sama akademik, pertukaran gagasan, dan berbagai bentuk kolaborasi penelitian di masa mendatang,” katanya. 

Kegiatan ini secara khusus ditujukan bagi calon reviewer bidang Sosial Humaniora. DPPM juga menyampaikan apresiasi kepada Ubaya atas dukungan fasilitas sarana dan prasarana selama pelaksanaan kegiatan. 

Melalui kegiatan tersebut, Kemendiktisaintek berharap terbentuk calon reviewer yang memiliki kompetensi, objektivitas, dan integritas sehingga proses seleksi dan penilaian penelitian nasional dapat semakin berkualitas.

 

Source:

 

 

 

The post Kemendiktisaintek Gandeng Ubaya Perkuat Kualitas Reviewer Penelitian Nasional appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Ubaya Kembangkan Ekosistem Herbal, Dorong Inovasi Produk Unggulan https://lppm.ubaya.ac.id/2026/08/12/ubaya-kembangkan-ekosistem-herbal-dorong-inovasi-produk-unggulan/ Wed, 12 Aug 2026 08:15:27 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=2882 MOJOKERTO – Produk herbal berkualitas, inovatif dan berbasis kearifan lokal dapat memberi daya tarik kuat bagi wisata Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Karena itu diperlukan pengembangan ekosistem herbal yang mendukung ekonomi hijau (green economy) berbasis potensi lokal. Menjawab kebutuhan dan peluang tersebut, Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2026 yang didanai DPPM Kemdiktisaintek…

The post Ubaya Kembangkan Ekosistem Herbal, Dorong Inovasi Produk Unggulan appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>

MOJOKERTO – Produk herbal berkualitas, inovatif dan berbasis kearifan lokal dapat memberi daya tarik kuat bagi wisata Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Karena itu diperlukan pengembangan ekosistem herbal yang mendukung ekonomi hijau (green economy) berbasis potensi lokal.

Menjawab kebutuhan dan peluang tersebut, Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2026 yang didanai DPPM Kemdiktisaintek melakukan pengabdian Masyarakat multitahun selama tiga tahun. Program tersebut berjudul “Revitalisasi dan Inovasi Minuman Herbal sebagai Produk Unggulan Daerah Berbasis Kearifan Lokal di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto”.

Program kemitraan Universitas Surabaya ( Ubaya ) diketuai Prof Oeke Yunita bersama Theresia Desy Askitosari dan Dian Prianka. Bekerja sama dengan Universitas Hang Tuah Surabaya beranggotakan Angelica Kresnamurti. Pengembangan ekosistem herbal ini merupakan model pemberdayaan berkelanjutan yang dapat meningkatkan perekonomian desa. Kegiatan ini melibatkan dua mitra dalam integrasi aspek hulu ke hilir yaitu usaha herbal Cendhani sebagai pengolah produk herbal dan kelompok tani Bumi Sejahtera sebagai penyedia bahan baku minuman herbal.

 Upaya produksi herbal yang inovatif dan berbasis kearifan lokal didukung dengan adanya pelatihan Produksi Loose Leaf Herbal untuk Mitra usaha herbal Cendhani pada Senin (10/8/2026). Loose leaf herbal adalah bahan herbal kering berupa potongan rimpang misalnya jahe dan temulawak, yang dapat diseduh untuk minuman herbal.

Pelatihan ini berfokus pada peningkatan kapasitas mitra dalam menghasilkan produk herbal berkualitas melalui alih teknologi pengeringan dan penepungan serta pengemasan produk dengan desain kemasan yang berbasis kearifan lokal. “Kualitas herbal yang baik sangat ditentukan oleh penanganan dan pengolahan herbal yang tepat, mulai dari tahap budidaya, panen, paska panen hingga proses pengolahan dan penyimpanan bahan herbal dan produk herbal,” kata Oeke.

Pelatihan terhadap anggota mitra Cendhani memberikan peningkatan ketrampilan mitra hingga 100% dalam pengolahan herbal menjadi produk loose leaf jahe. Salah satu keunggulan program ini adalah pengembangan desain kemasan berbasis kearifan lokal Desa Selotapak sebagai bagian dari branding, sehingga produk herbal tidak hanya menawarkan manfaat dan kualitas namun juga membawa cerita serta karakter Desa Selotapak.

“Produk lokal harus mampu bercerita tentang keunikan produk yang bersumber dari pengetahuan dan kearifan lokal sehingga konsumen dapat mengenal daerah asalnya,” kata Dian saat menunjukkan kemasan Cendhani yang berkonsep kekinian dengan muatan cerita unik terkait Desa Selotapak.

Berdasarkan survei setelah pelatihan, 100% warga lokal dapat menerima desain kemasan tersebut. Program ini juga melibatkan Kelompok Tani Bumi Sejahtera dalam menghasilkan bahan baku herbal yang berkualitas melalui pengembangan SOP budidaya, panen dan paska panen serta mitigasi risiko pengendalian hama.

Pengembangan bioinsektisida nabati juga merupakan program unggulan yang dapat menjadi salah satu sumber peningkatan pendapatan kelompok tani melalui proses budidaya yang zero insektisida kimia sehingga bahan herbal yang dihasilkan lebih aman untuk digunakan dalam produksi herbal selanjutnya.

Pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir. Mulai dari budidaya ramah lingkungan, alih teknologi dalam produksi herbal, inovasi desain kemasan produk hingga pemasaran digital. Hal ini menjadi keunggulan program PM-UPUD dalam mengubah potensi herbal lokal Desa Selotapak menjadi produk berkualitas, berbasis kearifan lokal dan berorientasi pada keberlanjutan sehingga dapat memberikan peluang pasar yang lebih luas.


source: 

https://daerah.sindonews.com/read/1737833/174/ubaya-kembangkan-ekosistem-herbal-dorong-inovasi-produk-unggulan-1786424920

https://mojokerto.disway.id/amp/9661/potensi-herbal-selotapak-trawas-mojokerto-mulai-naik-kelas-dari-kebun-ke-produk-siap-jual

The post Ubaya Kembangkan Ekosistem Herbal, Dorong Inovasi Produk Unggulan appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Belajar ke Bali Bareng Ubaya, Desa Belik Mojokerto Bawa Pulang Bekal Kreativitas https://lppm.ubaya.ac.id/2026/08/12/belajar-ke-bali-bareng-ubaya-desa-belik-mojokerto-bawa-pulang-bekal-kreativitas/ Wed, 12 Aug 2026 03:07:39 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=2869 SURABAYA – Pengembangan desa wisata sangat ditentukan tata kelola yang baik. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan meliputi manajemen yang profesional, kelembagaan pengelola yang solid seperti Pokdarwis atau BUMDes, serta kualitas pelayanan yang ramah dan berstandar kepada wisatawan. Kunci utama lain adalah pengembangan produk dan pemasaran, kreativitas dalam mengemas produk wisata menjadi penting agar desa…

The post Belajar ke Bali Bareng Ubaya, Desa Belik Mojokerto Bawa Pulang Bekal Kreativitas appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>

SURABAYA – Pengembangan desa wisata sangat ditentukan tata kelola yang baik. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan meliputi manajemen yang profesional, kelembagaan pengelola yang solid seperti Pokdarwis atau BUMDes, serta kualitas pelayanan yang ramah dan berstandar kepada wisatawan.

Kunci utama lain adalah pengembangan produk dan pemasaran, kreativitas dalam mengemas produk wisata menjadi penting agar desa memiliki daya tarik dan pengalaman unik. Hal ini harus didukung dengan strategi promosi yang tepat sasaran, baik melalui media digital maupun kolaborasi.

Yang tidak kalah penting adalah kemampuan mengangkat potensi lokal menjadi ciri khas, sehingga desa wisata tidak hanya menjadi destinasi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi dan memberdayakan masyarakat setempat. Pemahaman inilah yang mendorong Universitas Surabaya (Ubaya) mengajak pengelola Desa Wisata Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto belajar lapangan ke Provinsi Bali.

Kegiatan ini bagian dari Program Pemberdayaan Desa Wisata Berkelanjutan Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM), Ditjen Risbang, Kemdiktisaintek. Ketua Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Ubaya di Desa Belik, Benny Lianto, menegaskan pembelajaran lapangan adalah cara paling efektif untuk menambah wawsan dan mengubah mindset.

“Pelatihan dan ceramah oleh pakar saja tidak cukup. Pengelola desa wisata Belik perlu melihat langsung bagaimana kemajuan suatu desa wisata atau distinasi ditempat lain dikelola dengan baik. Berbagai praktik pengelolaan desa wisata, penguatan kelembagaan, manajemen destinasi, pemanfaatan kearifan lokal, hingga pengembangan wisata berbasis kreativitas. Pembelajaran lapangan akan membangkitkan kreativitas dan memberi inspirasi serta dapat diadopsi semua yang baik,” kata Benny yang juga Rektor Ubaya ini, Rabu (5/8/2026).

Direktur Bumdes Mulya Jaya Desa Belik, Naif Santoso, menjelaskan rombongan pembelajaran lapangan terdiri dari unsur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), BUMDes, Pokdarwis, Karang Taruna, dan pengurus wisata Petung Park Desa Belik. Rombongan ini memulai kunjungan di Desa Wisata Budaya Batuan, Gianyar.

Di sana mereka belajar bagaimana masyarakat menjaga warisan budaya selama seribu tahun lebih dan mengemasnya menjadi atraksi yang dapat dinikmati wisatawan. Desa ini memiliki kepatuhan dan kegigihan tinggi untuk menjaga warisan budaya. Wisatawan tak hanya dapat menemukan, tapi belajar seni budaya tradisi tertua di Bali.

Perjalanan berlanjut ke Desa Wisata Budaya Batubulan. Peserta mendapat gambaran pengelolaan potensi desa dan keterlibatan masyarakat. Daya tarik utamanya adalah pementasan Tari Barong dan Pusat Pahat Batu, di mana perajin lokal mengubah batu padas menjadi karya seni bernilai jual.

Tidak hanya desa budaya, tim juga mengunjungi Alas Harum Bali dan Nuanu Creative City. Dua destinasi ini memberi perspektif baru tentang pengemasan pengalaman wisata, konsep ruang, dan inovasi destinasi modern yang mampu menarik wisatawan milenial.

Manajer Pengabdian Masyarakat LPPM Ubaya, Utomo, berharap ilmu dari Bali ini jadi bekal memperkuat Petung Park dan Pasar Budaya Preng Sewu di Desa Belik. “Kegiatan pembelajaran lapangan ini menjadi lebih dari sekadar studi banding. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk belajar, membuka wawasan, membangun jejaring, serta mencari inspirasi pengembangan desa wisata yang profesional tanpa meninggalkan jati diri dan kearifan lokal,” ujarnya. 

Utomo juga menyampaikan terima kasih kepada DPPM Kemdiktisaintek dan seluruh unsur Desa Belik yang telah berpartisipasi aktif. Ke depan, hasil pembelajaran ini akan diintegrasikan ke dalam penguatan manajemen, pelayanan pengunjung, dan pengembangan produk suvenir khas lokal.

“Kami ingin Desa Belik punya destinasi yang tidak hanya menarik wisatawan, tapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat peran masyarakat, dan meningkatkan kemandirian desa,” terangnya.


source: https://jatim.tribunnews.com/mojokerto/555045/belajar-dari-bali-ubaya-perkuat-pengembangan-desa-wisata-belik-mojokerto-berbasis-kearifan-lokal

https://daerah.sindonews.com/read/1735857/174/belajar-ke-bali-bareng-ubaya-desa-belik-mojokerto-bawa-pulang-bekal-kreativitas-1785910085

https://share.google/gGlWCuewntsBTBHvB

The post Belajar ke Bali Bareng Ubaya, Desa Belik Mojokerto Bawa Pulang Bekal Kreativitas appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Dukung Pengembangan Pertanian Organik di Kabupaten Mojokerto, UBAYA dan UWKS Terapkan Smart Farming https://lppm.ubaya.ac.id/2026/07/29/dukung-pengembangan-pertanian-organik-di-kabupaten-mojokerto-ubaya-dan-uwks-terapkan-smart-farming/ Wed, 29 Jul 2026 08:04:01 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=2743 Dalam upaya mendukung program pengembangan pertanian organik di wilayah Kabupaten Mojokerto, Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Surabaya (UBAYA) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) terapkan smart farming Smart farming adalah metode pertanian modern yang memakai teknologi, salah satunya metode irigasi menggunakan sistem IoT (Internet of Things). Penerapan teknologi IOT ini merupakan salah bagian dari…

The post Dukung Pengembangan Pertanian Organik di Kabupaten Mojokerto, UBAYA dan UWKS Terapkan Smart Farming appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>

Dalam upaya mendukung program pengembangan pertanian organik di wilayah Kabupaten Mojokerto, Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Surabaya (UBAYA) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) terapkan smart farming Smart farming adalah metode pertanian modern yang memakai teknologi, salah satunya metode irigasi menggunakan sistem IoT (Internet of Things).

Penerapan teknologi IOT ini merupakan salah bagian dari Program Kemandirian Ekonomi melalui Pengembangan Desa Organik Berbasis Smart Farming di Desa Selotapak Kabupaten Mojokerto dengan skema program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB).

Program kolaborasi Ubaya dan UWKS ini mendapatkan support pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjend Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Tim pengabdian Masyarakat kolaborasi dua perguruan tinggi besar di Surabaya ini terdiri dari Idfi Setyaningrum sebagai ketua (Fakultas Binis dan Eknomika), Veni Megawati (Fakultas Binis dan Eknomika), Gunawan (Fakultas Teknik Ubaya) , dan Dwie Retna Suryaningsih (Fakultas Pertanian UWKS) sebagai anggota.

Proses pemasangan pipa irigasi

Idfi Setyaningrum, selaku ketua tim PDB menyampaikan bahwa Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, merupakan desa binaan Ubaya sejak tahun 2019. Desa dengan luas wilayah 186,33 hektare sebagian besar masyarakat ini menggantungkan mata pencaharian pada sektor primer, khususnya pertanian dan Perkebunan.

Ketergantungan yang tinggi pada sektor ini masih dihadapkan pada permasalahan produktivitas dan nilai tambah yang rendah, Selain itu, penggunaan teknologi produksi yang masih sederhana menyebabkan efisiensi usaha relatif rendah dan rentan terhadap fluktuasi harga serta kondisi cuaca, ” kata Idfi Setyaningrum.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut itu, tim UBAYA dan UWKS tidak hanya mengembangkan olahan hasil pertanian, tetapi juga mengimplementasikan Smart Farming, melalui pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk pertanian di Desa Selotapak.

Menurut Dwie Retna Suryaningsih, anggota tim PDB dari UWKS tahap awal program Smart Farming yang dilakukan di Desa Selotapak, dengan penyiapan SDM melalui penguatan kelembagaan dan perbaikan infrastruktur. Petani kita bekali pengetahuan dan ketrampilan budidaya tanaman organik, menggunakan irigasi berbasis IoT menjadi prioritas. Ujar Dwi Retna.

Irigasi presisi yang memanfaatkan teknologi sensor, jaringan, dan otomatisasi untuk mengelola dan mendistribusikan air secara efisien dalam pertanian.  Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi lingkungan dan tanaman secara real-time, serta mengontrol distribusi air sesuai kebutuhan tanaman, sehingga mengoptimalkan penggunaan air dan meningkatkan hasil panen.  Penggunaan air dapat dioptimalkan untuk meningkatkan hasil panen. Petani dapat menganalisis data untuk menentukan waktu dan jumlah distribusi air. Distribusi air bisa dilakukan otomatis sesuai kebutuhan yang telah ditentukan. Hal ini menghemat sumber daya dan meningkatkan produktivitas, ujar Retna

Pemantauan kesiapan pelaksanaan irigasi presisi dengan sistem IoT

-Foto : Humas Ubaya-

Dukungan dari Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian

Program Kemandirian Ekonomi melalui Pengembangan Desa Organik Berbasis Smart Farming di Desa Selotapak Kabupaten Mojokerto dari Ubaya dan UWKS mendapat respon positif dan dukungan dari Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian.

Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati hadir mengujungi Desa Selotapak diskusi dengan Kepala Desa, kelompok Wanita Tani dan Ibu-ibu yang punya usaha industry kecil menengah (IKM) terkait pengembangan oalhan hasil pertanian.

Dukungan Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian melalui pemberian bantuan program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Program P2B merupakan program peningkatan gizi keluarga dan pendapatan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya hortikultura (sayur dan buah) dan komoditas pangan.

Program ini mengajak masyarakat mengoptimalkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam tanaman bernilai gizi tinggi demi memperkuat ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan pendapatan rumah tangga

Kepala Desa Selotapak, Agus Sugiono menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ubaya, UWKS, DPPM Kemdiktisaintek, pemerintah kabupaten Mojokerto, Komisi IV DPR Ri dan Kementerian Pertanian.

‘’Atas nama pemerintah Desa dan masyarakat Desa Selotapak, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada UBAYA, UWKS, Pemerintah Kabupaten Mojokerto, DPPM Kemdiktisaintek, Komisi IV DPR RI dan Kementerian pertanian. Melalui program Program Desa Binaan dan P2B ini sangat bermanfaat.bagi desa kami” Ujar Agus Sugiono

Pada intinya IoT adalah teknologi yang menghubungkan alat atau benda sehari-hari ke internet. Salah satu tujuannya adalah agar bisa dipantau, dan dikontrol dari jarak jauh secara otomatis.

“Penggunaan IoT dalam bidang pertanian di Desa Selotapak dirasakan sangat bermanfaat untuk para petani. Efisiensi penggunaan air merupakan solusi dalam mengatasi penggunaan air yang berlebih sehingga distribusi air dibutuhkan secara efisien pada tanaman tertentu dan pada musim tertentu pula. Kami memiliki kemudahan untuk melakukan monitoring dan pengendalian sistem irigasi tanaman dari jarak jauh menggunakan smartphone,” pungkas Agus Sugiono (*)

source:
UBAYA dan UWKS Hadirkan Smart Farming untuk Perkuat Pengembangan Pertanian Organik di Mojokerto

The post Dukung Pengembangan Pertanian Organik di Kabupaten Mojokerto, UBAYA dan UWKS Terapkan Smart Farming appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Ubaya Berdayakan UMKM Melalui Program Pembinaan Berbasis Kemitraan https://lppm.ubaya.ac.id/2023/12/12/ubaya-berdayakan-umkm-melalui-program-pembinaan-berbasis-kemitraan/ Tue, 12 Dec 2023 06:19:23 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=796 TIMESINDONESIA, SURABAYA – Melalui Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan, Universitas Surabaya (Ubaya) melakukan pemberdayaan UMKM di Kabupaten Mojokerto dan Probolinggo. Kegiatan ini dilakukan terkait kondisi Sebagian UMKM di dua kabupaten tersebut menghadapi beberapa kendala dalam pengembangan usaha. Antara lain masalah kompetensi atau skill SDM yang masih rendah, kapasitas produksi yang…

The post Ubaya Berdayakan UMKM Melalui Program Pembinaan Berbasis Kemitraan appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
TIMESINDONESIA, SURABAYA – Melalui Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan, Universitas Surabaya (Ubaya) melakukan pemberdayaan UMKM di Kabupaten Mojokerto dan Probolinggo. Kegiatan ini dilakukan terkait kondisi Sebagian UMKM di dua kabupaten tersebut menghadapi beberapa kendala dalam pengembangan usaha. Antara lain masalah kompetensi atau skill SDM yang masih rendah, kapasitas produksi yang masih kecil, belum adanya SOP proses produksi, kemasan yang masih sederhana dan dan masalah klasik yaitu keterbatasan jangkauan pemasaran. Selain itu sebagian UMKM juga belum memiliki legalitas (NIB, PIRT & sertifikat Halal).

Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan di Kabupaten Mojokerto, difokuskan di Desa Selotapak Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Sedangkan di Kabupaten Probolinggo, pembinaan UMKM dilaksanakan di sentra penghasil bawang merah di Kabupaten Probolinggo yaitu Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu. Program Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan ini mendapat support pendanaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Universitas Surabaya, merupakan salah satu dari Sembilan PTS di Jawa Timur yang mendapat kepercayaan dan memenuhi persyaratan untuk melakukan pembinaan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam rangka mendorong terjadinya kerjasama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan antara pihak perguruan tinggi dengan UMKM dari Kemendikbudristek. Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Berbasis Kemitraan diberikan kepada Perguruan Tinggi Swasta, dalam hal ini Ubaya karena capaian perolehan capaian IKU Tahun 2022 yang signifikan dan tingkat kelengkapan pelaporan pada Pangkalan Data Ditjen Diktiristek di atas 95,00 %, ujar Hazrul Iswadi, Ketua tim program pembinaan UMKM Ubaya

Selanjutnya Hazrul Iswadi yang juga menjabat sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Msyarakat (LPPM) Ubaya mengungkapkan bahwa Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan ini bertujuan untuk mewujudkan kontribusi aktif Perguruan Tinggi dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat kecil dan menengah melalui pembinaan UMKM. Yang kegiatan riilnya diwujudkan dalam bentuk pembinaan pengembangan Usaha dan penyelesaian permasalahan UMKM. Program pembinaan UMKM ini bertujuan pula untuk meningkatkan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Perguruan Tinggi yang terintegrasi melalui program kemitraan dengan UMKM sebagai bentuk pengalaman belajar di dunia kerja.

Melalui Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Berbasis Kemitraan diharapkan pula akan mendorong terjadinya kerjasama yang bersifiat mutualisme antara pihak perguruan tinggi dengan mitra, dalam hal ini UMKM. Kerjasama dalam bentuk pemanfaatan hasil penelitian dan kepakaran yang dimiliki perguruan tinggi untuk membantu penyelesaian permasalahan yang dihadapi UMKM. Program ini juga diharapkan akan menghasilkan program kemitraan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan antara perguruan tinggi dengan UMKM, pungkas Hazrul.

Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan yang dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Surabaya yang dibentuk oleh Rektor Universitas Surabaya. Adapun susunan tim pelaksana terdiri terdiri dari Hazrul Iswadi (dari Teknik industri, selaku ketua tim), dan dibantu anggota tim antara lain Endah Asmawati (Teknik informatika), Elsye Tandelilin (Fakultas Binis dan Eknomika), Michael Ming Kosasi (Teknik Informatika), Ardhia Deasy Rosita Dewi (Fakultas Teknobiologi), Daniel Soesanto (Teknik informatika), Yuwono Budi Pratiknyo (Teknik Mesin dan Manufaktur) Utomo, dan Kartika Erawati (dari LPPM Ubaya) dan 5 orang mahasiswa.

source: https://timesindonesia.co.id/indonesia-positif/479448/ubaya-berdayakan-umkm-melalui-program-pembinaan-berbasis-kemitraan

The post Ubaya Berdayakan UMKM Melalui Program Pembinaan Berbasis Kemitraan appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Ubaya Berikan Edukasi Penyakit Kardiovaskular ke Warga Desa Trawas https://lppm.ubaya.ac.id/2023/11/28/ubaya-berikan-edukasi-penyakit-kardiovaskular-ke-warga-desa-trawas/ Tue, 28 Nov 2023 09:45:16 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=3014 Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi bersama Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya) memberikan seminar dan skrining risiko penyakit jantung untuk warga Desa Duyung, Trawas, Mojokerto, Selasa (14/11/2023). Tim terdiri dari Dr. apt. Aguslina Kirtishanti, M.Kes, Sylvi Irawati, M.Farm.Klin, PhD., dr. Jefman Efendi Marzuki HY, Sp.F.K serta mahasiswa Farmasi dan Kedokteran Ubaya. Skrining dan edukasi yang…

The post Ubaya Berikan Edukasi Penyakit Kardiovaskular ke Warga Desa Trawas appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi bersama Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya) memberikan seminar dan skrining risiko penyakit jantung untuk warga Desa Duyung, Trawas, Mojokerto, Selasa (14/11/2023).

Tim terdiri dari Dr. apt. Aguslina Kirtishanti, M.Kes, Sylvi Irawati, M.Farm.Klin, PhD., dr. Jefman Efendi Marzuki HY, Sp.F.K serta mahasiswa Farmasi dan Kedokteran Ubaya. Skrining dan edukasi yang digelar dalam kegiatan bertajuk PDB Inovasi Pengembangan Potensi Pangan Lokal untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat di Desa Duyung Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, menjadi bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Ubaya, dengan dukungan pendanaan dari DRTPM Kemdikbudristek.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh data Global Burden Of Disease 2020 yang menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang menduduki urutan pertama kematian di dunia. dr. Jefman selaku narasumber mengatakan penyakit yang memicu terjadinya penyakit kardiovaskular antara lain diabetes melitus dan hipertensi. “Oleh karena itu kepatuhan pasien mengonsumsi obat sangat diperlukan agar tidak mempercepat terjadinya komplikasi penyakit kardiovaskular,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada beberapa hal yang dapat mengurangi risiko terserang penyakit jantung. Antara lain dengan berhenti merokok, olahraga, makan buah dan sayur, mengurangi konsumsi garam, serta menghindari stres.

Selain seminar, tim juga menggelar skrining risiko penyakit kardiovaskular 10 tahun mendatang yang dilengkapi dengan pemeriksaan gula darah, kolesterol dan tekanan darah. Kegiatan itu digelar di dua dusun, yaitu Dusun Bantal dan Dusun Duyung. Target peserta adalah warga yang berusia 40 tahun ke atas. Usia yang disebut sudah mengalami risiko penyakit kardiovaskular. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 85 peserta.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan perubahan sikap masyarakat Desa Duyung untuk meminimalkan risiko penyakit kardiovaskular sehingga dapat meningkatkan usia harapan hidup. (*)


Sumber: TIMES INDONESIA
https://timesindonesia.co.id/indonesia-positif/478085/ubaya-berikan-edukasi-penyakit-kardiovaskular-ke-warga-desa-trawas

The post Ubaya Berikan Edukasi Penyakit Kardiovaskular ke Warga Desa Trawas appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Ubaya selenggarakan Konferensi Internasional Pengabdian kepada Masyarakat https://lppm.ubaya.ac.id/2023/11/27/community-empowerment-impacts-conference-ubaya-2023/ Mon, 27 Nov 2023 07:29:15 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=767 Universitas Surabaya (Ubaya) dan Poltek Ubaya akan membantu pengembangan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Podo Rukun, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur untuk penguatan sumber daya manusia dan pengembangan unit usaha. Keinginan tersebut tercetus dalam kegiatan kunjungan tim Ubaya dan Poltek Ubaya ke Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk pada Kamis (23/02/2023). Gambar 1. Poster Kegaiatan…

The post Ubaya selenggarakan Konferensi Internasional Pengabdian kepada Masyarakat appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>

Universitas Surabaya (Ubaya) dan Poltek Ubaya akan membantu pengembangan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Podo Rukun, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur untuk penguatan sumber daya manusia dan pengembangan unit usaha. Keinginan tersebut tercetus dalam kegiatan kunjungan tim Ubaya dan Poltek Ubaya ke Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk pada Kamis (23/02/2023).

Gambar 1. Poster Kegaiatan CEIC Ubaya

Pada konferensi tersebut, pembicara kunci adalah Prof. Dato’Aileen Tan Shau Hwai yang merupakan Sekretaris Eksekutif Asia-Pacific University Community Engagement Network (APUCEN) yang juga Profesor di Universiti Sains Malaysia dan Prigi Arisandi dari Ecoton Indonesia.

Konferensi pengabdian internasional ini merupakan salah satu tempat untuk bagi para pelaksana pengabdian berbagai negara untuk membagikan pengalaman dalam lingkup yang lebih luas dari lingkup nasional mereka masing-masing. Para pelaksana pengabdian dari berbagai negara dapat bekerjasama dan saling menginspirasi dalam kegiatan konferensi ini. Selain itu, kegiatan ini dapat mempererat tali persaudaraan antar negara. Kegiatan konferensi pengabdian Internasional mendapatkan dukungan penuh dari Ubaya dan APUCEN.

Gambar 2. Foto dari Peserta Konferensi

Sekretaris LPPM Universitas Surabaya (Ubaya) Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si. mengatakan bahwa konferensi pengabdian internasional ini mempunyai titik pandang yang unik yaitu menekankan pada pengabdian yang memiliki dampak besar pada masyarakat. Hal ini ditekankan Hazrul, keinginan Masyarakat menjadi lebih Sejahtera akhirnya terwujud.

CEIC Ubaya 2023 mengangkat tema Empowering People, Empowering Nations dan akan disajikan oleh pembicara yang pengalaman dalam melakukan pengabdian di tingkat nasional ataupun internasional. Adapun topik-topik yang akan disajikan yaitu:

CEIC Ubaya 2023 berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh seluruh peserta yang berasal dari negara-negara Asia Pasifik. Para peserta konferensi diajak melakukan studi lapang di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Desa Ketapanrame merupakan Desa Binaan Universitas Surabaya yang meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik ajang Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dari Kemenparektraf Indonesia. Selain itu Desa ini juga menjadi Juara 1 Desa Wisata Nusantara Kategori Maju dan Mandiri serta Desa Wisata Terfavorit dari Kementerian Desa dan PDT RI tahun 2023.

Gambar 3. Kegiatan Pembelajaran di Desa Ketapanrame

Peserta diajak keliling melihat potensi wisata dan keindahan alam Desa Ketapanrame. Ada air terjun Dlundung, wisata sawah Sumber Gempong dan sentra pengembangan jeruk nagami. Para peserta terkesan dengan keberhasilan program pengabdian Masyarakat yang dilakukan Ubaya dan sambutan hangat dari pemerintah desa Ketapanrame.

Gambar 4. Kunjungan ke Desa Binaan Ubaya

The post Ubaya selenggarakan Konferensi Internasional Pengabdian kepada Masyarakat appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Anggota PKK di Sidoarjo Antusias Praktik Urban Farming Program Pendampingan Ubaya https://lppm.ubaya.ac.id/2023/09/05/anggota-pkk-di-sidoarjo-antusias-praktik-urban-farming-program-pendampingan-ubaya/ Tue, 05 Sep 2023 08:23:58 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=3002 Dilatarbelakangi dari keinginan untuk dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, anggota PKK RW IX Griya Bhayangkara Sidoarjo melakukan kegiatan Praktek Urban Farming. Para anggota PKK memanfaatkan lahan sempit yang dimiliki menjadi area untuk bertanam, selain toga juga ditanami tanaman sayur dan buah yang dapat dikonsumsi langsung oleh keluarga. Praktek Kegiatan Urban Farming tersebut didampingi…

The post Anggota PKK di Sidoarjo Antusias Praktik Urban Farming Program Pendampingan Ubaya appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Dilatarbelakangi dari keinginan untuk dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, anggota PKK RW IX Griya Bhayangkara Sidoarjo melakukan kegiatan Praktek Urban Farming. Para anggota PKK memanfaatkan lahan sempit yang dimiliki menjadi area untuk bertanam, selain toga juga ditanami tanaman sayur dan buah yang dapat dikonsumsi langsung oleh keluarga.

Praktek Kegiatan Urban Farming tersebut didampingi oleh Universitas Surabaya dan Universitas Pembangunan Nasional Jawa Timur dalam rangka pelaksanaan program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Praktek Urban Farming yang dilakukan Anggota PKK tersebut adalah praktek cara menggunakan media tanam, pembibitan dan cara merawat tanaman baik dengan media tanah maupun dengan sistem hidroponik. Selain itu juga, juga belajar serta mempraktekkan pembuatan kompos dari sampah rumah tangga yang dapat digunakan untuk pupuk tanaman. Pengetahuan yang didapatkan tentang urban Farming juga diaplikasikan dalam pembuatan taman toga di tiap RT.

Anggota PKK yang mempraktekkan urban farming akan dipantau dan didampingi, sehingga jika ada kendala dalam proses praktek dapat berkonsultasi langsung dengan tim. Pendampingan dan evaluasi dilakukan terus menerus supaya keberlanjutan program ini dapat terwujud. Tim Pelaksana Program ini adalah Arum Soesanti dari Teknik Mesin dan Manufaktur Universitas Surabaya, Erna Andajani dari Manajemen Universitas Surabaya dan Purnomo Edi Sasongko dari Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Jawa Timur.

“Saya sangat senang anggota PKK RW IX Griya Bhayangkara ini sangat antusias untuk belajar tentang urban farming serta mempraktekkan teknik yang didapatkan pada halaman rumah masing-masing. Semoga tanaman urbanfarming yang ditanam dapat tumbuh subur dan dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga atau bahkan dijual”. pungkas Arum dalam menutup salah satu pertemuan pendampingan yang diadakan.

The post Anggota PKK di Sidoarjo Antusias Praktik Urban Farming Program Pendampingan Ubaya appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
UBAYA Dampingi Petani Melon di Lamongan https://lppm.ubaya.ac.id/2023/09/05/ubaya-dampingi-petani-melon-di-lamongan/ Tue, 05 Sep 2023 07:31:39 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=2967 Universitas Surabaya (UBAYA) bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Lamongan mendampingi petani melon di Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dilakukan pada mulai Juli 2023 dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok Tani Suka Mandi, yang diketuai oleh Ibu Sri Hartati.…

The post UBAYA Dampingi Petani Melon di Lamongan appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>

Universitas Surabaya (UBAYA) bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Lamongan mendampingi petani melon di Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dilakukan pada mulai Juli 2023 dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok Tani Suka Mandi, yang diketuai oleh Ibu Sri Hartati.

Awal mula identifikasi permasalah muncul dari keluhan petani melon dari Lamongan melalui diskusi di sosial media. Hal yang membuat tim dosen tertarik adalah adanya rantai pasok yang melobatkan perusahaan yang memasok buah ke supermarket. Namun demikian, pasokan melon dari petani banyak yang tidak memenuhi standar. Misalnya, kulit melon harus utuh, tanpa luka atau goresan yang besar. Melon harus memiliki bentuk yang seragam dan ukuran yang relatif konsisten.

Selama ini, petani membuat greenhouse dengan menggunakan bambu dan plastik. Pendekatan ini merupakan solusi yang murah dan ramah lingkungan untuk melindungi tanaman dari cuaca ekstrem, hama, dan penyakit. Petani juga memanfaatkan tehnik irigasi tetes. Teknologi ini adalah metode irigasi yang efisien, di mana air diberikan secara langsung ke akar tanaman melalui sistem tetes atau perlahan-lahan.

Varietas yang dipilih adalah cucumis melo var. Inthanon. Salah satu daya tarik utama Inthanon adalah rasa buah yang sangat manis, lezat, dan beraroma kuat. Melon ini mempunyai pangsa pasar tersendiri, khususnya bagi pecinta rasa buah yang khas.

Program pemberdayaan ini akan mengkaji ulang metode yang digunakan petani dalam budidaya melon. Misalnya pemanfaatan media untuk mengontrol kualitas tanah dan pemanfaatan pupuk yang optimal. Meskipun ditanam di dalam greenhouse, petani selama ini belum memanfaatkan media alias mengandalkan sepenuhnya dari lahan yang tersedia.

Tim pendamping terdiri dari Aluisius Hery Pratono dan Djuwari dari Universitas Surabaya. Rofiatun Solekha dari Universitas Muhammadiyah Lamongan. Dukungan penuh dari LPPM UBAYA melibatkan Firman Rosjadi dan Utomo sebagai tim pelaksana teknis.

source: https://kempalan.com/2023/09/05/ubaya-dampingi-petani-melon-di-lamongan/

The post UBAYA Dampingi Petani Melon di Lamongan appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Peduli Anak Berkebutuhan Khusus, Ubaya Terjunkan Tim Pengabdian Masyarakat di Mojokerto https://lppm.ubaya.ac.id/2023/08/25/peduli-anak-berkebutuhan-khusus-ubaya-terjunkan-tim-pengabdian-masyarakat-di-mojokerto/ Fri, 25 Aug 2023 07:53:40 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=2986 Universitas Surabaya (Ubaya) menerjunkan tim pengabdian kepada masyarakat untuk membantu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kabupaten Mojokerto. Kegiatan pengabdian ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian Ubaya kepada ABK. Tim pengabdian Ubaya ini terdiri dari Heru Arwoko, M.T, dari Jurusan Teknik Informatika selaku ketua tim, dengan anggota Endah Asmawati, M.Si., dari Jurusan Teknik Informatika, dan Dr.Aniva…

The post Peduli Anak Berkebutuhan Khusus, Ubaya Terjunkan Tim Pengabdian Masyarakat di Mojokerto appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>

Universitas Surabaya (Ubaya) menerjunkan tim pengabdian kepada masyarakat untuk membantu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kabupaten Mojokerto. Kegiatan pengabdian ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian Ubaya kepada ABK. Tim pengabdian Ubaya ini terdiri dari Heru Arwoko, M.T, dari Jurusan Teknik Informatika selaku ketua tim, dengan anggota Endah Asmawati, M.Si., dari Jurusan Teknik Informatika, dan Dr.Aniva Kartika, Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Surabaya.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Ubaya ini merupakan rangkaian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) SLB Kirana Hati Bunda Desa Tamiajeng Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, yang mendapat support pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Seperti diketahui bahwa Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah sekolah yang diperuntukkan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), yang memberikan layanan dasar agar mereka bisa mendapatkan akses pendidikan yang memadai. SLB Kirana Hati Bunda di Desa Tamiajeng adalah satu-satunya sekolah untuk ABK di wilayah Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Menurut Warnoto, Kepala Desa Tamiajeng, SLB Kirana Hati Bunda didirikan berangkat dari keprihatinan pemerintah desa melihat kondisi orang tua dan siswa ABK yang sekolahnya di kecamatan, bahkan kabupaten lain yang jaraknya cukup jauh. Padahal kondisi keuangan atau ekonomi keluarganya sangat terbatas. Akibatnya banyak ABK di wilayah Kecamatan Trawas yang tidak disekolahkan.

Kahadiran SLB Kirana Hati Bunda di Desa Tamiajeng menjadi harapan bagi masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Trawas. Saat ini ada siswa 19 ABK yang sekolah di SLB Kirana Hati Bunda. Terdiri dari 8 siswa TK, 10 siswa SD, dan 1 siswa SMA.

Berdasarkan jenis kebutuhan khusus, ada 2 siswa tunarungu, 1 siswa tuna netra, 8 siswa tunagrahita, 2 siswa tunadaksa, 1 siswa kesulitan belajar, dan 5 siswa autis. Semua siswa berasal dari wilayah Kecamatan Trawas, diantaranya dari Desa Tamiajeng, Selotapak, Seloliman, Ketapanrame, Kedungudi dan lain-lain.

Menurut Miftahul Mufarrihah, Kepala Sekolah SLB Kirana Hati Bunda, saat ini sebagian siswa mengalami keterbatasan dalam kemampuan membaca. Siswa kelas rendah, belum mampu mengenal huruf abjad, membedakan huruf dengan bentuk yang hampir sama, membedakan huruf kapital dan huruf abjad. Sedangkan dalam kemampuan berhitung, sebagian belum mampu mengenal angka satuan, puluhan, ratusan, ribuan dan membilang angka dengan benar. Sedangkan pada siswa kelas tinggi, belum mampu melakukan operasi hitung bilangan bulat.

Dalam hal kemampuan menulis, ada yang memiliki motoric yang kurang baik (tangan sering tremor) saat memegang alat tulis, sehingga tulisan menjadi kurang rapi. Ada juga siswa yang belum mampu merangkai/menulis kalimat sesuai dengan ucapan pembimbing (dikte) dan mengerti penggunaan huruf capital. Sedangkan dalam hal kemampuan mematuhi instruksi, konsentrasi siswa mudah teralihkan dan belum mampu memahami makna instruksi yang diberikan guru.

Sri Sumarlik, Ketua Yayasan SLB Kirana Bunda menambahkan bahwa jumlah sumberdaya manusia (SDM) di SLB saat ini 5 orang yang terdiri dari 1 kepala sekolah dan 4 orang pengajar/guru. Tim pengajar SLB masih memerlukan bantuan untuk pengembangan kemampuan diri untuk mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan siswa, membimbing dan mengembangkan potensi siswa, menyusun program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain perlu dibekali pengetahuan dan kemampuan dalam berinovasi dan berkreatifitas dalam mengembangkan media belajar baru dan keterampilan dalam seni music dan seni tari.

“Setiap pertemuan tatap muka sudah dilengkapi dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), namun pengajar masih kesulitan untuk mengimplementasikan dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, pengajar memerlukan pendampingan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran”, ujar Sri Sumarlik.

Sementara, untuk sarana dan prasarana pembelajaran juga masih terbatas. Jumlah yang tersedia saat ini, bisa dikatakan masih jauh dari kata cukup untuk sebuah SLB, padahal APE merupakan sarana penunjang utama sangat dibutuhkan selama proses belajar siswa SLB. APE sangat diperlukan untuk menstimulus perkembangan siswa dalam aspek akademik, sosial emosional, motorik, dan bina diri. Pihak sekolah sudah sering membuat proposal untuk mendapatkan hibah ke dinas social, dinas pendidikan atau dinas terkait lainnya. Namun sampai saat ini belum ada, sehingga semua kegiatan dibiayai secara mandiri oleh desa, pungkas Sri Sumarlik.

Menghadapi permasalahan dan keterbatasan kondisi di SLB Kirana Hati Bunda tersebut, Ubaya tergerak untuk mendukung dengan menurunkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat guna membantu SLB Kirana Hati Bunda. Tim Ubaya memberikan pengetahuan dan pendampingan kepada pengajar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran siswa ABK. Selain itu tim Ubaya juga memberikan pelatihan, pendampingan dan transfer teknologi dalam membuat dan menggunakan APE, baik dalam bentuk software komputer maupun alat peraga fisik, pungkas Heru Arwoko, selaku ketua tim PKM Ubaya.

Dalam kesempatan yang sama, Warnoto, Kepala Desa Tamiajeng menyampaikan terima kasih kepada Ubaya dan Kemendikbudristek, karena program pengabdian yang dilakukan sangat bermanfaat. Baik dalam bentuk pelatihan, pendampingan dan transfer teknologi pembelajaran pembuatan dan penggunaan APE dalam bentuk software computer maupun alat peraga fisik. Kami berharap program ini berkelanjutan dan dapat meningkatkan motivasi dan inovasi pembelajaran baik bagi siswa maunpun guru di SLB Kirana Hati Bunda, pungkas Warnoto.



Source: https://kempalan.com/2023/08/25/peduli-anak-berkebutuhan-khusus-ubaya-terjunkan-tim-pengabdian-masyarakat-di-mojokerto/

The post Peduli Anak Berkebutuhan Khusus, Ubaya Terjunkan Tim Pengabdian Masyarakat di Mojokerto appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>