Ketua PUI Pasdeg Ubaya Prof. apt. Tjie Kok, Ph.D. dalam keterangannya, Rabu menyampaikan kerja sama tersebut dilatarbelakangi kesamaan visi kedua institusi dalam peningkatan nilai tambah dan pengembangan teknologi terbaru di bidang pangan serta teknologi kesehatan.

Penandatanganan Implementation Agreement (IA) menjadi langkah awal implementasi rencana kolaborasi strategis guna menunjang inovasi pangan dan suplemen kesehatan yang berdampak sosial dan berdaya saing global.

“Semoga penelitian dan pengembangan dapat terlaksana secara konkret dan tidak terbatas pada pengembangan produk-produk unggulan, seperti produk daun jati, produk daun kelor, dan produk daun miana, melainkan pada produk dan penelitian lainnya juga,” kata Prof. Tjie Kok.

Diskusi yang digelar di Fakultas Teknobiologi (FTb) Ubaya itu dihadiri Wakil Direktur Institut Fraunhofer IVV Prof. Dr. Peter Eisner, Group Manager Emissions Analytics and Dynamics Y Lan Pham, serta perwakilan Fraunhofer IVV di Indonesia.

Setelah sesi diskusi, delegasi Fraunhofer IVV meninjau berbagai produk pangan dan suplemen kesehatan yang dikembangkan PUI Pasdeg, termasuk produk olahan daun jati berupa kukis dan teh.

Delegasi juga mengunjungi Ubaya LIFe, pusat laboratorium sains terintegrasi yang mendukung penguatan ekosistem riset di lingkungan Ubaya.

Fraunhofer diketahui sebagai salah satu lembaga riset terapan terkemuka di Eropa yang berfokus pada rekayasa proses (process engineering) dan teknologi pengemasan (packaging).