Berita Abdimas Archives - LPPM Universitas Surabaya https://lppm.ubaya.ac.id/category/berita-abdimas/ Tumbuh dan Berkembang Bersama Masyarakat Mon, 21 Sep 2026 01:33:34 +0000 en-US hourly 1 https://lppm.ubaya.ac.id/storage/sites/50/2025/11/cropped-icon-32x32.png Berita Abdimas Archives - LPPM Universitas Surabaya https://lppm.ubaya.ac.id/category/berita-abdimas/ 32 32 Kemendiktisaintek Gandeng Ubaya Perkuat Kualitas Reviewer Penelitian Nasional https://lppm.ubaya.ac.id/2026/09/18/kemendiktisaintek-gandeng-ubaya-perkuat-kualitas-reviewer-penelitian-nasional/ Fri, 18 Sep 2026 01:10:34 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=2954 SURABAYA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) menggelar Seleksi dan Bimbingan Teknis Calon Reviewer Penelitian Batch 1 Tahun 2026 bidang Sosial Humaniora dan Pendidikan. Kegiatan digelar di Universitas Surabaya (Ubaya) mulai 15–18 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kementerian memperkuat kualitas…

The post Kemendiktisaintek Gandeng Ubaya Perkuat Kualitas Reviewer Penelitian Nasional appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>

SURABAYA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) menggelar Seleksi dan Bimbingan Teknis Calon Reviewer Penelitian Batch 1 Tahun 2026 bidang Sosial Humaniora dan Pendidikan. 

Kegiatan digelar di Universitas Surabaya (Ubaya) mulai 15–18 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kementerian memperkuat kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses review penelitian nasional.

Direktur DPPM Kemendiktisaintek, Prof. Apt. I Ketut Adnyana mengatakan reviewer memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas penelitian yang didanai pemerintah.

 “Melalui kegiatan ini, DPPM berupaya mencari dan memberikan pelatihan kepada calon reviewer agar memiliki kompetensi dalam menilai substansi proposal serta pemahaman yang kuat mengenai etika, integritas, dan tanggung jawab sebagai reviewer,” ujar Ketut.

 Saat ini jumlah reviewer penelitian di DPPM masih kurang karena jumlah proposal yang selalu meningkat setiap tahun. Untuk tahun 2026 proposal peenelitian dan pengabdian kepada masyarakat berjumlah 100.000 lebih.

Dengan keterbatasan reviewer, menyebabkan beban kerja reviewer dalam mereview proposal menjadi sangat banyak. DPPM merekrut reviewer agar pembagian jumlah proposalnya merata, sehingga kualitas dalam mereview menjadi lebih baik.

Ia menekankan, proses review harus dilakukan secara objektif, independen, dan profesional. Reviewer juga perlu memperhatikan kesesuaian metode, kebaruan penelitian, peta jalan, Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT), serta karakteristik setiap skema penelitian. Menurutnya, reviewer tidak hanya berperan sebagai pihak yang menilai proposal. Masukan yang konstruktif juga diperlukan agar proses review turut mendorong peningkatan kualitas proposal dan penelitian.

“Dengan kuatnya kapasitas dan database reviewer, kami berharap proses penilaian proposal penelitian dapat berjalan semakin berkualitas, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

 

Perkuat Etika Reviewer

 Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Prof. Junaidi Khotib turut memberikan materi bertajuk “Etika Reviewer”.

 Prof. Junaidi menjelaskan, etika reviewer menjadi standar moral dan profesional yang harus diterapkan dalam seluruh tahapan penelitian, mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian, hingga perolehan luaran.

“Reviewer penelitian memiliki peran strategis dalam menjaga mutu penelitian, menjamin objektivitas dan integritas, menyelaraskan dengan prioritas nasional, serta membangun ekosistem reviewer berkelanjutan,” tegasnya. 

Ia menambahkan, pemahaman mengenai etika penting karena tugas reviewer berkaitan langsung dengan kualitas dan kredibilitas proses penelitian nasional. Selama empat hari, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan dari Tim Pakar DPPM Kemendiktisaintek. 

Setelah kembali ke perguruan tinggi masing-masing, peserta diharapkan mampu menilai kelayakan proposal, memonitor pelaksanaan penelitian, serta mengevaluasi luaran penelitian. 

Wakil Rektor II Ubaya, Dr. Noviaty Kresna Darmasetiawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kemendiktisaintek kepada Ubaya sebagai mitra penyelenggara kegiatan.

“Universitas Surabaya sangat mengapresiasi kepercayaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kepada Ubaya untuk menjadi mitra dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Bagi kami, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Surabaya untuk terus berkontribusi dalam penguatan ekosistem penelitian dan pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya. 

Menurut Dr. Noviaty, peningkatan kualitas penelitian nasional membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, reviewer, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada kegiatan selama empat hari, tetapi berlanjut dalam bentuk jejaring akademik, pertukaran gagasan, dan kolaborasi penelitian. 

“Semoga interaksi selama kegiatan ini dapat berlanjut menjadi kerja sama akademik, pertukaran gagasan, dan berbagai bentuk kolaborasi penelitian di masa mendatang,” katanya. 

Kegiatan ini secara khusus ditujukan bagi calon reviewer bidang Sosial Humaniora. DPPM juga menyampaikan apresiasi kepada Ubaya atas dukungan fasilitas sarana dan prasarana selama pelaksanaan kegiatan. 

Melalui kegiatan tersebut, Kemendiktisaintek berharap terbentuk calon reviewer yang memiliki kompetensi, objektivitas, dan integritas sehingga proses seleksi dan penilaian penelitian nasional dapat semakin berkualitas.

 

Source:

 

 

 

The post Kemendiktisaintek Gandeng Ubaya Perkuat Kualitas Reviewer Penelitian Nasional appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Ubaya Kembangkan Ekosistem Herbal, Dorong Inovasi Produk Unggulan https://lppm.ubaya.ac.id/2026/08/12/ubaya-kembangkan-ekosistem-herbal-dorong-inovasi-produk-unggulan/ Wed, 12 Aug 2026 08:15:27 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=2882 MOJOKERTO – Produk herbal berkualitas, inovatif dan berbasis kearifan lokal dapat memberi daya tarik kuat bagi wisata Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Karena itu diperlukan pengembangan ekosistem herbal yang mendukung ekonomi hijau (green economy) berbasis potensi lokal. Menjawab kebutuhan dan peluang tersebut, Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2026 yang didanai DPPM Kemdiktisaintek…

The post Ubaya Kembangkan Ekosistem Herbal, Dorong Inovasi Produk Unggulan appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>

MOJOKERTO – Produk herbal berkualitas, inovatif dan berbasis kearifan lokal dapat memberi daya tarik kuat bagi wisata Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Karena itu diperlukan pengembangan ekosistem herbal yang mendukung ekonomi hijau (green economy) berbasis potensi lokal.

Menjawab kebutuhan dan peluang tersebut, Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2026 yang didanai DPPM Kemdiktisaintek melakukan pengabdian Masyarakat multitahun selama tiga tahun. Program tersebut berjudul “Revitalisasi dan Inovasi Minuman Herbal sebagai Produk Unggulan Daerah Berbasis Kearifan Lokal di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto”.

Program kemitraan Universitas Surabaya ( Ubaya ) diketuai Prof Oeke Yunita bersama Theresia Desy Askitosari dan Dian Prianka. Bekerja sama dengan Universitas Hang Tuah Surabaya beranggotakan Angelica Kresnamurti. Pengembangan ekosistem herbal ini merupakan model pemberdayaan berkelanjutan yang dapat meningkatkan perekonomian desa. Kegiatan ini melibatkan dua mitra dalam integrasi aspek hulu ke hilir yaitu usaha herbal Cendhani sebagai pengolah produk herbal dan kelompok tani Bumi Sejahtera sebagai penyedia bahan baku minuman herbal.

 Upaya produksi herbal yang inovatif dan berbasis kearifan lokal didukung dengan adanya pelatihan Produksi Loose Leaf Herbal untuk Mitra usaha herbal Cendhani pada Senin (10/8/2026). Loose leaf herbal adalah bahan herbal kering berupa potongan rimpang misalnya jahe dan temulawak, yang dapat diseduh untuk minuman herbal.

Pelatihan ini berfokus pada peningkatan kapasitas mitra dalam menghasilkan produk herbal berkualitas melalui alih teknologi pengeringan dan penepungan serta pengemasan produk dengan desain kemasan yang berbasis kearifan lokal. “Kualitas herbal yang baik sangat ditentukan oleh penanganan dan pengolahan herbal yang tepat, mulai dari tahap budidaya, panen, paska panen hingga proses pengolahan dan penyimpanan bahan herbal dan produk herbal,” kata Oeke.

Pelatihan terhadap anggota mitra Cendhani memberikan peningkatan ketrampilan mitra hingga 100% dalam pengolahan herbal menjadi produk loose leaf jahe. Salah satu keunggulan program ini adalah pengembangan desain kemasan berbasis kearifan lokal Desa Selotapak sebagai bagian dari branding, sehingga produk herbal tidak hanya menawarkan manfaat dan kualitas namun juga membawa cerita serta karakter Desa Selotapak.

“Produk lokal harus mampu bercerita tentang keunikan produk yang bersumber dari pengetahuan dan kearifan lokal sehingga konsumen dapat mengenal daerah asalnya,” kata Dian saat menunjukkan kemasan Cendhani yang berkonsep kekinian dengan muatan cerita unik terkait Desa Selotapak.

Berdasarkan survei setelah pelatihan, 100% warga lokal dapat menerima desain kemasan tersebut. Program ini juga melibatkan Kelompok Tani Bumi Sejahtera dalam menghasilkan bahan baku herbal yang berkualitas melalui pengembangan SOP budidaya, panen dan paska panen serta mitigasi risiko pengendalian hama.

Pengembangan bioinsektisida nabati juga merupakan program unggulan yang dapat menjadi salah satu sumber peningkatan pendapatan kelompok tani melalui proses budidaya yang zero insektisida kimia sehingga bahan herbal yang dihasilkan lebih aman untuk digunakan dalam produksi herbal selanjutnya.

Pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir. Mulai dari budidaya ramah lingkungan, alih teknologi dalam produksi herbal, inovasi desain kemasan produk hingga pemasaran digital. Hal ini menjadi keunggulan program PM-UPUD dalam mengubah potensi herbal lokal Desa Selotapak menjadi produk berkualitas, berbasis kearifan lokal dan berorientasi pada keberlanjutan sehingga dapat memberikan peluang pasar yang lebih luas.


source: 

https://daerah.sindonews.com/read/1737833/174/ubaya-kembangkan-ekosistem-herbal-dorong-inovasi-produk-unggulan-1786424920

https://mojokerto.disway.id/amp/9661/potensi-herbal-selotapak-trawas-mojokerto-mulai-naik-kelas-dari-kebun-ke-produk-siap-jual

The post Ubaya Kembangkan Ekosistem Herbal, Dorong Inovasi Produk Unggulan appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Belajar ke Bali Bareng Ubaya, Desa Belik Mojokerto Bawa Pulang Bekal Kreativitas https://lppm.ubaya.ac.id/2026/08/12/belajar-ke-bali-bareng-ubaya-desa-belik-mojokerto-bawa-pulang-bekal-kreativitas/ Wed, 12 Aug 2026 03:07:39 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=2869 SURABAYA – Pengembangan desa wisata sangat ditentukan tata kelola yang baik. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan meliputi manajemen yang profesional, kelembagaan pengelola yang solid seperti Pokdarwis atau BUMDes, serta kualitas pelayanan yang ramah dan berstandar kepada wisatawan. Kunci utama lain adalah pengembangan produk dan pemasaran, kreativitas dalam mengemas produk wisata menjadi penting agar desa…

The post Belajar ke Bali Bareng Ubaya, Desa Belik Mojokerto Bawa Pulang Bekal Kreativitas appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>

SURABAYA – Pengembangan desa wisata sangat ditentukan tata kelola yang baik. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan meliputi manajemen yang profesional, kelembagaan pengelola yang solid seperti Pokdarwis atau BUMDes, serta kualitas pelayanan yang ramah dan berstandar kepada wisatawan.

Kunci utama lain adalah pengembangan produk dan pemasaran, kreativitas dalam mengemas produk wisata menjadi penting agar desa memiliki daya tarik dan pengalaman unik. Hal ini harus didukung dengan strategi promosi yang tepat sasaran, baik melalui media digital maupun kolaborasi.

Yang tidak kalah penting adalah kemampuan mengangkat potensi lokal menjadi ciri khas, sehingga desa wisata tidak hanya menjadi destinasi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi dan memberdayakan masyarakat setempat. Pemahaman inilah yang mendorong Universitas Surabaya (Ubaya) mengajak pengelola Desa Wisata Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto belajar lapangan ke Provinsi Bali.

Kegiatan ini bagian dari Program Pemberdayaan Desa Wisata Berkelanjutan Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM), Ditjen Risbang, Kemdiktisaintek. Ketua Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Ubaya di Desa Belik, Benny Lianto, menegaskan pembelajaran lapangan adalah cara paling efektif untuk menambah wawsan dan mengubah mindset.

“Pelatihan dan ceramah oleh pakar saja tidak cukup. Pengelola desa wisata Belik perlu melihat langsung bagaimana kemajuan suatu desa wisata atau distinasi ditempat lain dikelola dengan baik. Berbagai praktik pengelolaan desa wisata, penguatan kelembagaan, manajemen destinasi, pemanfaatan kearifan lokal, hingga pengembangan wisata berbasis kreativitas. Pembelajaran lapangan akan membangkitkan kreativitas dan memberi inspirasi serta dapat diadopsi semua yang baik,” kata Benny yang juga Rektor Ubaya ini, Rabu (5/8/2026).

Direktur Bumdes Mulya Jaya Desa Belik, Naif Santoso, menjelaskan rombongan pembelajaran lapangan terdiri dari unsur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), BUMDes, Pokdarwis, Karang Taruna, dan pengurus wisata Petung Park Desa Belik. Rombongan ini memulai kunjungan di Desa Wisata Budaya Batuan, Gianyar.

Di sana mereka belajar bagaimana masyarakat menjaga warisan budaya selama seribu tahun lebih dan mengemasnya menjadi atraksi yang dapat dinikmati wisatawan. Desa ini memiliki kepatuhan dan kegigihan tinggi untuk menjaga warisan budaya. Wisatawan tak hanya dapat menemukan, tapi belajar seni budaya tradisi tertua di Bali.

Perjalanan berlanjut ke Desa Wisata Budaya Batubulan. Peserta mendapat gambaran pengelolaan potensi desa dan keterlibatan masyarakat. Daya tarik utamanya adalah pementasan Tari Barong dan Pusat Pahat Batu, di mana perajin lokal mengubah batu padas menjadi karya seni bernilai jual.

Tidak hanya desa budaya, tim juga mengunjungi Alas Harum Bali dan Nuanu Creative City. Dua destinasi ini memberi perspektif baru tentang pengemasan pengalaman wisata, konsep ruang, dan inovasi destinasi modern yang mampu menarik wisatawan milenial.

Manajer Pengabdian Masyarakat LPPM Ubaya, Utomo, berharap ilmu dari Bali ini jadi bekal memperkuat Petung Park dan Pasar Budaya Preng Sewu di Desa Belik. “Kegiatan pembelajaran lapangan ini menjadi lebih dari sekadar studi banding. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk belajar, membuka wawasan, membangun jejaring, serta mencari inspirasi pengembangan desa wisata yang profesional tanpa meninggalkan jati diri dan kearifan lokal,” ujarnya. 

Utomo juga menyampaikan terima kasih kepada DPPM Kemdiktisaintek dan seluruh unsur Desa Belik yang telah berpartisipasi aktif. Ke depan, hasil pembelajaran ini akan diintegrasikan ke dalam penguatan manajemen, pelayanan pengunjung, dan pengembangan produk suvenir khas lokal.

“Kami ingin Desa Belik punya destinasi yang tidak hanya menarik wisatawan, tapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat peran masyarakat, dan meningkatkan kemandirian desa,” terangnya.


source: https://jatim.tribunnews.com/mojokerto/555045/belajar-dari-bali-ubaya-perkuat-pengembangan-desa-wisata-belik-mojokerto-berbasis-kearifan-lokal

https://daerah.sindonews.com/read/1735857/174/belajar-ke-bali-bareng-ubaya-desa-belik-mojokerto-bawa-pulang-bekal-kreativitas-1785910085

https://share.google/gGlWCuewntsBTBHvB

The post Belajar ke Bali Bareng Ubaya, Desa Belik Mojokerto Bawa Pulang Bekal Kreativitas appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Dukung Pengembangan Pertanian Organik di Kabupaten Mojokerto, UBAYA dan UWKS Terapkan Smart Farming https://lppm.ubaya.ac.id/2026/07/29/dukung-pengembangan-pertanian-organik-di-kabupaten-mojokerto-ubaya-dan-uwks-terapkan-smart-farming/ Wed, 29 Jul 2026 08:04:01 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=2743 Dalam upaya mendukung program pengembangan pertanian organik di wilayah Kabupaten Mojokerto, Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Surabaya (UBAYA) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) terapkan smart farming Smart farming adalah metode pertanian modern yang memakai teknologi, salah satunya metode irigasi menggunakan sistem IoT (Internet of Things). Penerapan teknologi IOT ini merupakan salah bagian dari…

The post Dukung Pengembangan Pertanian Organik di Kabupaten Mojokerto, UBAYA dan UWKS Terapkan Smart Farming appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>

Dalam upaya mendukung program pengembangan pertanian organik di wilayah Kabupaten Mojokerto, Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Surabaya (UBAYA) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) terapkan smart farming Smart farming adalah metode pertanian modern yang memakai teknologi, salah satunya metode irigasi menggunakan sistem IoT (Internet of Things).

Penerapan teknologi IOT ini merupakan salah bagian dari Program Kemandirian Ekonomi melalui Pengembangan Desa Organik Berbasis Smart Farming di Desa Selotapak Kabupaten Mojokerto dengan skema program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB).

Program kolaborasi Ubaya dan UWKS ini mendapatkan support pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjend Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Tim pengabdian Masyarakat kolaborasi dua perguruan tinggi besar di Surabaya ini terdiri dari Idfi Setyaningrum sebagai ketua (Fakultas Binis dan Eknomika), Veni Megawati (Fakultas Binis dan Eknomika), Gunawan (Fakultas Teknik Ubaya) , dan Dwie Retna Suryaningsih (Fakultas Pertanian UWKS) sebagai anggota.

Proses pemasangan pipa irigasi

Idfi Setyaningrum, selaku ketua tim PDB menyampaikan bahwa Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, merupakan desa binaan Ubaya sejak tahun 2019. Desa dengan luas wilayah 186,33 hektare sebagian besar masyarakat ini menggantungkan mata pencaharian pada sektor primer, khususnya pertanian dan Perkebunan.

Ketergantungan yang tinggi pada sektor ini masih dihadapkan pada permasalahan produktivitas dan nilai tambah yang rendah, Selain itu, penggunaan teknologi produksi yang masih sederhana menyebabkan efisiensi usaha relatif rendah dan rentan terhadap fluktuasi harga serta kondisi cuaca, ” kata Idfi Setyaningrum.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut itu, tim UBAYA dan UWKS tidak hanya mengembangkan olahan hasil pertanian, tetapi juga mengimplementasikan Smart Farming, melalui pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk pertanian di Desa Selotapak.

Menurut Dwie Retna Suryaningsih, anggota tim PDB dari UWKS tahap awal program Smart Farming yang dilakukan di Desa Selotapak, dengan penyiapan SDM melalui penguatan kelembagaan dan perbaikan infrastruktur. Petani kita bekali pengetahuan dan ketrampilan budidaya tanaman organik, menggunakan irigasi berbasis IoT menjadi prioritas. Ujar Dwi Retna.

Irigasi presisi yang memanfaatkan teknologi sensor, jaringan, dan otomatisasi untuk mengelola dan mendistribusikan air secara efisien dalam pertanian.  Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi lingkungan dan tanaman secara real-time, serta mengontrol distribusi air sesuai kebutuhan tanaman, sehingga mengoptimalkan penggunaan air dan meningkatkan hasil panen.  Penggunaan air dapat dioptimalkan untuk meningkatkan hasil panen. Petani dapat menganalisis data untuk menentukan waktu dan jumlah distribusi air. Distribusi air bisa dilakukan otomatis sesuai kebutuhan yang telah ditentukan. Hal ini menghemat sumber daya dan meningkatkan produktivitas, ujar Retna

Pemantauan kesiapan pelaksanaan irigasi presisi dengan sistem IoT

-Foto : Humas Ubaya-

Dukungan dari Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian

Program Kemandirian Ekonomi melalui Pengembangan Desa Organik Berbasis Smart Farming di Desa Selotapak Kabupaten Mojokerto dari Ubaya dan UWKS mendapat respon positif dan dukungan dari Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian.

Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati hadir mengujungi Desa Selotapak diskusi dengan Kepala Desa, kelompok Wanita Tani dan Ibu-ibu yang punya usaha industry kecil menengah (IKM) terkait pengembangan oalhan hasil pertanian.

Dukungan Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian melalui pemberian bantuan program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Program P2B merupakan program peningkatan gizi keluarga dan pendapatan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya hortikultura (sayur dan buah) dan komoditas pangan.

Program ini mengajak masyarakat mengoptimalkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam tanaman bernilai gizi tinggi demi memperkuat ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan pendapatan rumah tangga

Kepala Desa Selotapak, Agus Sugiono menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ubaya, UWKS, DPPM Kemdiktisaintek, pemerintah kabupaten Mojokerto, Komisi IV DPR Ri dan Kementerian Pertanian.

‘’Atas nama pemerintah Desa dan masyarakat Desa Selotapak, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada UBAYA, UWKS, Pemerintah Kabupaten Mojokerto, DPPM Kemdiktisaintek, Komisi IV DPR RI dan Kementerian pertanian. Melalui program Program Desa Binaan dan P2B ini sangat bermanfaat.bagi desa kami” Ujar Agus Sugiono

Pada intinya IoT adalah teknologi yang menghubungkan alat atau benda sehari-hari ke internet. Salah satu tujuannya adalah agar bisa dipantau, dan dikontrol dari jarak jauh secara otomatis.

“Penggunaan IoT dalam bidang pertanian di Desa Selotapak dirasakan sangat bermanfaat untuk para petani. Efisiensi penggunaan air merupakan solusi dalam mengatasi penggunaan air yang berlebih sehingga distribusi air dibutuhkan secara efisien pada tanaman tertentu dan pada musim tertentu pula. Kami memiliki kemudahan untuk melakukan monitoring dan pengendalian sistem irigasi tanaman dari jarak jauh menggunakan smartphone,” pungkas Agus Sugiono (*)

source:
UBAYA dan UWKS Hadirkan Smart Farming untuk Perkuat Pengembangan Pertanian Organik di Mojokerto

The post Dukung Pengembangan Pertanian Organik di Kabupaten Mojokerto, UBAYA dan UWKS Terapkan Smart Farming appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Ubaya Berdayakan UMKM Melalui Program Pembinaan Berbasis Kemitraan https://lppm.ubaya.ac.id/2023/12/12/ubaya-berdayakan-umkm-melalui-program-pembinaan-berbasis-kemitraan/ Tue, 12 Dec 2023 06:19:23 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=796 TIMESINDONESIA, SURABAYA – Melalui Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan, Universitas Surabaya (Ubaya) melakukan pemberdayaan UMKM di Kabupaten Mojokerto dan Probolinggo. Kegiatan ini dilakukan terkait kondisi Sebagian UMKM di dua kabupaten tersebut menghadapi beberapa kendala dalam pengembangan usaha. Antara lain masalah kompetensi atau skill SDM yang masih rendah, kapasitas produksi yang…

The post Ubaya Berdayakan UMKM Melalui Program Pembinaan Berbasis Kemitraan appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
TIMESINDONESIA, SURABAYA – Melalui Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan, Universitas Surabaya (Ubaya) melakukan pemberdayaan UMKM di Kabupaten Mojokerto dan Probolinggo. Kegiatan ini dilakukan terkait kondisi Sebagian UMKM di dua kabupaten tersebut menghadapi beberapa kendala dalam pengembangan usaha. Antara lain masalah kompetensi atau skill SDM yang masih rendah, kapasitas produksi yang masih kecil, belum adanya SOP proses produksi, kemasan yang masih sederhana dan dan masalah klasik yaitu keterbatasan jangkauan pemasaran. Selain itu sebagian UMKM juga belum memiliki legalitas (NIB, PIRT & sertifikat Halal).

Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan di Kabupaten Mojokerto, difokuskan di Desa Selotapak Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Sedangkan di Kabupaten Probolinggo, pembinaan UMKM dilaksanakan di sentra penghasil bawang merah di Kabupaten Probolinggo yaitu Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu. Program Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan ini mendapat support pendanaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Universitas Surabaya, merupakan salah satu dari Sembilan PTS di Jawa Timur yang mendapat kepercayaan dan memenuhi persyaratan untuk melakukan pembinaan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam rangka mendorong terjadinya kerjasama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan antara pihak perguruan tinggi dengan UMKM dari Kemendikbudristek. Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Berbasis Kemitraan diberikan kepada Perguruan Tinggi Swasta, dalam hal ini Ubaya karena capaian perolehan capaian IKU Tahun 2022 yang signifikan dan tingkat kelengkapan pelaporan pada Pangkalan Data Ditjen Diktiristek di atas 95,00 %, ujar Hazrul Iswadi, Ketua tim program pembinaan UMKM Ubaya

Selanjutnya Hazrul Iswadi yang juga menjabat sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Msyarakat (LPPM) Ubaya mengungkapkan bahwa Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan ini bertujuan untuk mewujudkan kontribusi aktif Perguruan Tinggi dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat kecil dan menengah melalui pembinaan UMKM. Yang kegiatan riilnya diwujudkan dalam bentuk pembinaan pengembangan Usaha dan penyelesaian permasalahan UMKM. Program pembinaan UMKM ini bertujuan pula untuk meningkatkan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Perguruan Tinggi yang terintegrasi melalui program kemitraan dengan UMKM sebagai bentuk pengalaman belajar di dunia kerja.

Melalui Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Berbasis Kemitraan diharapkan pula akan mendorong terjadinya kerjasama yang bersifiat mutualisme antara pihak perguruan tinggi dengan mitra, dalam hal ini UMKM. Kerjasama dalam bentuk pemanfaatan hasil penelitian dan kepakaran yang dimiliki perguruan tinggi untuk membantu penyelesaian permasalahan yang dihadapi UMKM. Program ini juga diharapkan akan menghasilkan program kemitraan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan antara perguruan tinggi dengan UMKM, pungkas Hazrul.

Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan yang dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Surabaya yang dibentuk oleh Rektor Universitas Surabaya. Adapun susunan tim pelaksana terdiri terdiri dari Hazrul Iswadi (dari Teknik industri, selaku ketua tim), dan dibantu anggota tim antara lain Endah Asmawati (Teknik informatika), Elsye Tandelilin (Fakultas Binis dan Eknomika), Michael Ming Kosasi (Teknik Informatika), Ardhia Deasy Rosita Dewi (Fakultas Teknobiologi), Daniel Soesanto (Teknik informatika), Yuwono Budi Pratiknyo (Teknik Mesin dan Manufaktur) Utomo, dan Kartika Erawati (dari LPPM Ubaya) dan 5 orang mahasiswa.

source: https://timesindonesia.co.id/indonesia-positif/479448/ubaya-berdayakan-umkm-melalui-program-pembinaan-berbasis-kemitraan

The post Ubaya Berdayakan UMKM Melalui Program Pembinaan Berbasis Kemitraan appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Ubaya selenggarakan Konferensi Internasional Pengabdian kepada Masyarakat https://lppm.ubaya.ac.id/2023/11/27/community-empowerment-impacts-conference-ubaya-2023/ Mon, 27 Nov 2023 07:29:15 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=767 Universitas Surabaya (Ubaya) dan Poltek Ubaya akan membantu pengembangan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Podo Rukun, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur untuk penguatan sumber daya manusia dan pengembangan unit usaha. Keinginan tersebut tercetus dalam kegiatan kunjungan tim Ubaya dan Poltek Ubaya ke Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk pada Kamis (23/02/2023). Gambar 1. Poster Kegaiatan…

The post Ubaya selenggarakan Konferensi Internasional Pengabdian kepada Masyarakat appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>

Universitas Surabaya (Ubaya) dan Poltek Ubaya akan membantu pengembangan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Podo Rukun, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur untuk penguatan sumber daya manusia dan pengembangan unit usaha. Keinginan tersebut tercetus dalam kegiatan kunjungan tim Ubaya dan Poltek Ubaya ke Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk pada Kamis (23/02/2023).

Gambar 1. Poster Kegaiatan CEIC Ubaya

Pada konferensi tersebut, pembicara kunci adalah Prof. Dato’Aileen Tan Shau Hwai yang merupakan Sekretaris Eksekutif Asia-Pacific University Community Engagement Network (APUCEN) yang juga Profesor di Universiti Sains Malaysia dan Prigi Arisandi dari Ecoton Indonesia.

Konferensi pengabdian internasional ini merupakan salah satu tempat untuk bagi para pelaksana pengabdian berbagai negara untuk membagikan pengalaman dalam lingkup yang lebih luas dari lingkup nasional mereka masing-masing. Para pelaksana pengabdian dari berbagai negara dapat bekerjasama dan saling menginspirasi dalam kegiatan konferensi ini. Selain itu, kegiatan ini dapat mempererat tali persaudaraan antar negara. Kegiatan konferensi pengabdian Internasional mendapatkan dukungan penuh dari Ubaya dan APUCEN.

Gambar 2. Foto dari Peserta Konferensi

Sekretaris LPPM Universitas Surabaya (Ubaya) Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si. mengatakan bahwa konferensi pengabdian internasional ini mempunyai titik pandang yang unik yaitu menekankan pada pengabdian yang memiliki dampak besar pada masyarakat. Hal ini ditekankan Hazrul, keinginan Masyarakat menjadi lebih Sejahtera akhirnya terwujud.

CEIC Ubaya 2023 mengangkat tema Empowering People, Empowering Nations dan akan disajikan oleh pembicara yang pengalaman dalam melakukan pengabdian di tingkat nasional ataupun internasional. Adapun topik-topik yang akan disajikan yaitu:

CEIC Ubaya 2023 berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh seluruh peserta yang berasal dari negara-negara Asia Pasifik. Para peserta konferensi diajak melakukan studi lapang di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Desa Ketapanrame merupakan Desa Binaan Universitas Surabaya yang meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik ajang Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dari Kemenparektraf Indonesia. Selain itu Desa ini juga menjadi Juara 1 Desa Wisata Nusantara Kategori Maju dan Mandiri serta Desa Wisata Terfavorit dari Kementerian Desa dan PDT RI tahun 2023.

Gambar 3. Kegiatan Pembelajaran di Desa Ketapanrame

Peserta diajak keliling melihat potensi wisata dan keindahan alam Desa Ketapanrame. Ada air terjun Dlundung, wisata sawah Sumber Gempong dan sentra pengembangan jeruk nagami. Para peserta terkesan dengan keberhasilan program pengabdian Masyarakat yang dilakukan Ubaya dan sambutan hangat dari pemerintah desa Ketapanrame.

Gambar 4. Kunjungan ke Desa Binaan Ubaya

The post Ubaya selenggarakan Konferensi Internasional Pengabdian kepada Masyarakat appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Kolaborasi dengan BUMDesma Podo Rukun, Ubaya dan Poltek Ubaya Kembangkan Kecamatan Wilangan-Nganjuk https://lppm.ubaya.ac.id/2023/02/23/kolaborasi-dengan-bumdesma-podo-rukun-ubaya-dan-poltek-ubaya-kembangkan-kecamatan-wilangan-nganjuk/ Thu, 23 Feb 2023 02:16:23 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=410              Universitas Surabaya (Ubaya) dan Poltek Ubaya akan membantu pengembangan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Podo Rukun, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur untuk penguatan sumber daya manusia dan pengembangan unit usaha. Keinginan tersebut tercetus dalam kegiatan kunjungan tim Ubaya dan Poltek Ubaya ke Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk pada…

The post Kolaborasi dengan BUMDesma Podo Rukun, Ubaya dan Poltek Ubaya Kembangkan Kecamatan Wilangan-Nganjuk appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
             Universitas Surabaya (Ubaya) dan Poltek Ubaya akan membantu pengembangan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Podo Rukun, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur untuk penguatan sumber daya manusia dan pengembangan unit usaha. Keinginan tersebut tercetus dalam kegiatan kunjungan tim Ubaya dan Poltek Ubaya ke Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk pada Kamis (23/02/2023).

              BUMDesma Podo Rukun adalah salah satu dari 107 BUMDesma yang ada di Provinsi Jawa Timur. BUMDesma ini menaungi enam desa yang ada di Kecamatan Wilangan. BUMDesma ini mempunyai sejarah yang unik, yaitu telah beroperasi jauh sebelum adanya Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa dan Permen PDTT Nomor 3 Tahun 2021 tentang tentang Pendaftaran, Pendataan dan Pemeringkatan, Pembinaan dan Pengembangan, dan Pengadaan Barang dan/atau Jasa Badan Usaha Milik Desa/ Badan Usaha Milik Desa Bersama. Bahkan juga BUMDesma ini telah hadir jauh sebelum adanya Permendes PDTT Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan, dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. BUMDesma Podo Rukun ini telah beroperasi sejak tahun 2003.
             Dalam pertemuan tersebut hadir dari Ubaya Sekretaris LPPM Ubaya Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si. dan Manajer Administrasi Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Ubaya Utomo, S.S., serta dosen Poltek Ubaya Novie Prasetyaning Marhaeni, S.A.B., M.M., CPHCM. Sementara itu, dari BUMDesma Podo Rukun hadir antara lain Direktur Utama Wina Hervina NS, S.E., Sekretaris Tohar, S.Pd.I., Ketua Penasihat Junadi, S.T., dan Penasihat Harian Mulyono, S.Ag. Pertemuan difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Wilangan melalui kehadiran Sekretaris Camat Kecamatan Wilangan Rinanto Handoyo, S.H.
             Direktur Utama Wina Hervina menceritakan saat ini BUMDesma Podo Rukun mempunyai tiga unit usaha, yaitu Unit Dana Bergulir Masyarakat (DBM) untuk pinjaman berbasis kelompok, Unit Perdagangan dan Jasa Layanan, dan PT Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM) yang telah memiliki izin usaha yang dikeluarkan OJK. Beliau menceritakan beragam upaya untuk mengembangkan unit usaha telah dilakukan. Ada yang berhasil, tapi ada juga tidak berhasil.
Salah satu kendala yang membuat belum berkembang pesatnya unit usaha di BUMDesma ini adalah karena keterbatasan sumber daya manusia. “Walaupun BUMDesma kami termasuk kategori maju, tapi jumlah dan kualitas SDM kami harus perlu ditingkatkan jika ingin mengembangkan unit usaha. Karena itu, kami berharap Ubaya dan Poltek Ubaya dapat memberikan pelatihan dan beragam bimtek untuk meningkatkan SDM BUMDesma kami,” demikian harapan Bu Wina.
              “BUMDesma Podo Rukun harus bisa mengembangkan unit usaha yang beragam dan di luar zona nyaman seperti usaha simpan pinjam yang merupakan jenis usaha umum dari BUMDes atau BUMDesma. Contoh yang bisa dilakukan seperti pengembangan produk yang dikaitkan potensi pemasaran berbasis destinasi wisata unggulan di Kecamatan Wilangan,” saran Sekretaris LPPM Ubaya Dr. Hazrul. Di Kecamatan Wilangan terdapat potensi wisata unggulan yaitu wisata religi makam Syech Sulukhi yang diakui kewaliannya. Syekh Sulukhi atau Kyai Salaka memiliki nama asli Dewo Agung Pranoto Kusumo. Beliau adalah putra dari Prabu Brawijaya V, saudara dari Raden Patah Sultan Demak dan pernah berguru kepada Sunan Ampel.
              Pertemuan berjalan konstruktif dengan banyak gagasan dari peserta pertemuan seperti Pak Utomo, Bu Novie, Pak Junadi, dan Pak Rinanto yang dapat ditindaklanjuti sebagai kegiatan konkrit oleh Ubaya dan Poltek Ubaya dengan BUMDesma Podo Rukun.
              Sekretaris LPPM Ubaya Hazrul menyatakan bahwa kerja sama ini dapat diusulkan menjadi program MBKM, penelitian, atau pengabdian kepada masyarakat dari Ubaya atau Poltek Ubaya.  Kerja sama ini akan melibatkan segenap kepakaran yang ada di Ubaya dan Poltek Ubaya. Harapannya program yang akan dijalankan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk. (Hazrul Iswadi).

The post Kolaborasi dengan BUMDesma Podo Rukun, Ubaya dan Poltek Ubaya Kembangkan Kecamatan Wilangan-Nganjuk appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Ubaya Buat Logo Dolly Saiki Point, Jaring Pendapat UMKM Dolly Dengan FGD https://lppm.ubaya.ac.id/2022/12/19/ubaya-buat-logo-dolly-saiki-point-jaring-pendapat-umkm-dolly-dengan-fgd/ Mon, 19 Dec 2022 03:11:10 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=541         Surabaya – Dalam rangka membuat logo untuk branding UMKM yang berada di Dolly Saiki (DS) Point, tim pengabdian dosen dan mahasiswa Universitas Surabaya, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada hari Kamis, 15/12/2022, bertempat di Java Paragon Hotel, Jl. Mayjen Sungkono No.101-103, Dukuh Pakis, Surabaya. FGD yang dilakukan tersebut bertujuan untuk mendapatkan…

The post Ubaya Buat Logo Dolly Saiki Point, Jaring Pendapat UMKM Dolly Dengan FGD appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
        Surabaya – Dalam rangka membuat logo untuk branding UMKM yang berada di Dolly Saiki (DS) Point, tim pengabdian dosen dan mahasiswa Universitas Surabaya, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada hari Kamis, 15/12/2022, bertempat di Java Paragon Hotel, Jl. Mayjen Sungkono No.101-103, Dukuh Pakis, Surabaya.

FGD yang dilakukan tersebut bertujuan untuk mendapatkan masukan tentang design logo yang memenuhi tujuan dan harapan dari para pelaku UMKM Dolly pada DS Point. Pihak-pihak yng menjadi stakeholder dari DS Point diundang pada FGD tersebut antara lain para pelaku UMKM Dolly, pihak kecamatan, pihak kelurahan, dinas terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemkot Surabaya, Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Pemkot Surabaya, dan akademisi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Ciputra Surabaya, dan ITS Surabaya.

        Pelaksana FGD ini berasal dari tim pengabdian dari Universitas Surabaya (Ubaya) Dr. Hazrul Iswadi sebagai ketua, Hedi Amelia Bella Cintya, M.Ds., Joshi Maharani Wibowo, M.E.,  Jefri Setyawan, M.A. sebagai anggota pelaksana ditambah dengan 8 orang mahasiswa antar fakultas di Universitas Surabaya. Kegiatan workshop ini adalah bagian dari hibah Program Insentif Pengabdian Masyarakat Terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Berbasis Kinerja Indikator Utama bagi Perguruan Tinggi Swasta tahun 2022 yang diterima oleh Ubaya dari Kemdikbudristek.
Berdasarkan topik, FGD UMKM Dolly dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama terkait dengan konsisi terkini dan harapan ke depan untuk perkembangan DS Point yang merupakan wadah untuk peningkatan kesejahteraan dari para pelaku UMKM Dolly. Sedangkan sesi dua terkait dengan branding dan logo DS Point yang diharapkan dan dapat mewakili cita-cita para pelaku UMKM Dolly. Pada setiap sesi, dilakukan proses interaksi berupa pemaparan materi untuk pemicu diskusi dan proses tanya jawab.
 
Gambar 2. Peserta FGD UMKM Dolly Memberikan Saran dan Pendapat
Pada FGD tersebut hadir wakil dari DKPP Pemkot Surabaya yaitu Naratama Haryo Pamungkas, S.E., wakil dari Sub Koordinator Pengembangan Destinasi Wisata Disbudporapar yaitu Annisa Zaraswati, wakil dari Kelurahan Putat Jaya yaitu Lurah Bryan Ibnu Maskuwaih, S.TP. dan LPMK Kelurahan Putat Jaya Sukarno. Wakil dari LPPM Universitas Ciputra adalah Nugraha Pratama Adhi, S T., M.HP., sedangkan dari ITS Surabaya adalah Tectona Radike, S.T. dari Prodi Disain Produk dari ITS yang telah mengerjakan totem Dolly yang dipajang di ujung Gang Dolly. Tak lupa beberapa pelaku UMKM Dolly yang telah menjual produk UMKM dari Gang Dolly.
 
Gambar 3. Suasana FGD UMKM Dolly
Para peserta menyumbangkan saran, pendapat, harapan, dan cita-cita terhadap DS Point dan akan diwujudkan oleh tim pengabdian dosen dan mahasiswa Ubaya menjadi logo DS Point. Beberapa pendapat yang menarik dari para peserta antara lain:
  1. Para pelaku UMKM berharap DS Point mampu untuk naik kelas menjadi tempat display produk UMKM Dolly yang diminati dan ramai dikunjungi oleh pelangan.
  2. Para stakeholder berharap DS Point mampu menjadi penggerak peningkatan kesejahteraan pera pelaku UMKM dengan banyaknya pemasaran produk UMKM Dolly melalui DS Point.
  3. Akses, fasilitas, tampilan, dan produk yang ada di DS Point semuanya diharapkan berkualitas tapi terjangkau oleh masyarakat sehingga laku dan menarik minat.
  4. DS Point juga diharapkan dapat menjadi tempat ekosistem yang bagus bagi dunia usaha UMKM Dolly Saiki. Dari DS Point dapat muncul pelatihan pemasaran, kredit pemasaran, dan beragam kegiatan terkait bisnis UMKM Dolly.
Tim dosen dan mahasiswa Ubaya sangat bersyukur dengan adanya FGD ini karena mendapatkan banyak pendapat dan saran yang aktual sehingga memberikan arah yang baik dalam proses branding UMKM Dolly, terutama dengan design logo DS Point yang dapay diciptakan. Langkah selanjutnya sesudah FGD ini adalah proses penciptaan logo dan kemudian sosialisasi ke semua stake holder DS Pint. (Hz)

The post Ubaya Buat Logo Dolly Saiki Point, Jaring Pendapat UMKM Dolly Dengan FGD appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Ubaya Dukung Pengembangan Wisata Di Kabupaten Mojokerto https://lppm.ubaya.ac.id/2022/12/15/ubaya-dukung-pengembangan-wisata-di-kabupaten-mojokerto/ Thu, 15 Dec 2022 04:00:17 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=543 Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang menjadi fokus pendampingan Universitas Surabaya (Ubaya) dalam pengembangan sektor pariwisata. Dari tiga belas desa yang ada di Kecamatan Trawas, hampir semua desa sudah tersentuh program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Ubaya. Tiap desa dampingan  dikembangkan sesuai potensi atau keunggulan yang dimiliki. Seperti Wisata Loreh…

The post Ubaya Dukung Pengembangan Wisata Di Kabupaten Mojokerto appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang menjadi fokus pendampingan Universitas Surabaya (Ubaya) dalam pengembangan sektor pariwisata. Dari tiga belas desa yang ada di Kecamatan Trawas, hampir semua desa sudah tersentuh program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Ubaya.
Tiap desa dampingan  dikembangkan sesuai potensi atau keunggulan yang dimiliki. Seperti Wisata Loreh Omah yang berlokasi di Desa Kesiman Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Desa (BUMDes) telah diresmikan oleh Bupati Mojokerto, dr, Hj. Ikfina Fahwamati, M,Si., beberapa waktu lalu.
Dalam peresmian yang yang berlangsung meriah itu, segenap warga desa berpartisipasi dengan menyediakan tenda-tenda yang menyajikan hidangan untuk para tamu. Selain itu, ada juga beberapa stan UMKM yang menjual produk lokal hasil karya warga Desa Kesiman, seperti krupuk, rengginang, jamur tiram, tape manis dan alpukat. Ada juga stan yang menawarkan kaos sebagai produk unggulan Desa Kesiman dengan menampilkan desain yang khas, antara lain memasang tagline “Dolan Kesiman”, “Mojokerto Mbois”, dan sebagainya.
Sambutan sekaligus Launching Wisata Lore Omah oleh Bupati Mojokerto, dr. Ikfina Fahmati, M.Si.
Dalam kesempatan itu Bupati Mojokerto menyampaikan bahwa Kecamatan Trawas memiliki potensi yang luar biasa, terutama terkait suasana dan pemandangan alam yang sangat menjual.Dengan kondisi yang sangat mendukung ini, dirinya mengajak seluruh desa di Kecamatan Trawas untuk bersama-sama membuat para wisatawan betah di Trawas.
“Destinasi di Kecamatan Trawas ini sangat variatif, sangat luar biasa variasinya, jadi bagaimana nanti diprolog para wisatawan  bisa berlama-lama, dua tiga hari di Trawas. Buat wisata yang bervariasi, bahkan bisa dibuat paket-paket mengunjungi tiga belas desa di Trawas. Sehingga bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Trawas,” ujarnya.
Perkembangan Kecamatan Trawas yang cepat tidak terlepas dari keberadaan dan peran perguruan tinggi, yaitu Universitas Surabaya (Ubaya). Sinergi yang bagus antara Ubaya dengan desa dan pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mengembangkan potensi desa-desa di Kecamatan Trawas, Bupati menyampaikan terima kasih atas support yang luar biasa dari Ubaya, karena selama ini Ubaya membantu  dan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pengembangan potensi dan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Trawas. “Kedepan saya berharap Ubaya melalui lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Ubaya bisa membantu membuatkan roadmap pengembangan wisata  kecamatan Trawas sehingga masing-masing desa memiliki arah pengembangan sesuai potensi yang dimiliki masing-masing desa, pungkas Bupati perempuan yang kerap turun ke masyarakat ini.
Seperti diketahui, untuk mengembangkan desa-desa di Kecamatan Trawas Universitas Surabaya (Ubaya) membentuk tim yang pendampingan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu tim yang ditugaskan di desa Kesiman yaitu Rizky Eriandani, selaku ketua tim yang berasal dari Fakultas Bisnis dan Ekomika, dengan anggota Fidelis Arastyo Andono dari Fakultas Bisnis dan Ekomika, Esti Dwi Rinawiyanti dan Argo Hadi Kusumo dari Teknik Industri Ubaya.
Tim ini mengangkat tema program pengabdian yaitu pengembangan wisata edukasi ramah lingkungan di Desa Kesiman. Program ini merupakan bagian dari Kegiatan Kampung Bangkit (KKB), Program insentif pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan MBKM berbasis kinerja IKU bagi PTS tahun 2022, dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologiyang bekerja sama dengan Universitas Surabaya.
Helmi Affandi, selaku Kepala Desa Kesiman menyampaikan terima kasih pendampingan yang dilakukan oleh Ubaya. “Ubaya telah banyak membantu Desa Kesiman dan memberikan kontribusi yang cukup besar pada pengembangan potensi desa dan pemberdayaan masyarakat desa di  Kesiman, bahkan desa-desa di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, ujarnya.
Sementara itu, Utomo, Manajer Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya yang hadir saat launching wisata lore omah berharap kerja sama program antara Ubaya dengan pemerintah daerah Kabupaten Mojokerto berkelanjutan, sehingga kebermanfaatan dirasakan lebih luas oleh masyarakat. ‘Kami dari Ubaya akan berupaya dan memastikan bahwa program-program yang dilakukan Ubaya di Kabupaten Mojokerto berkelanjutan, sehingga dampak atau manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Utomo)
Editor: Freddy Mutiara

The post Ubaya Dukung Pengembangan Wisata Di Kabupaten Mojokerto appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
Perkuat Pendampingan Di Desa Binaan, LPPM Ubaya Ikuti ToT Pendamping BUMDes https://lppm.ubaya.ac.id/2022/09/25/perkuat-pendampingan-di-desa-binaan-lppm-ubaya-ikuti-tot-pendamping-bumdes/ Sun, 25 Sep 2022 04:20:12 +0000 https://lppm.ubaya.ac.id/?p=548           SURABAYA-KEMPALAN: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Surabaya (Ubaya) mengikuti Training of Trainers (ToT) Pendamping BUMDes Angkatan 38 pada tanggal 22-24 September 2022. ToT diadakan oleh Bumdes.id di Sleman, Yogyakarta. Peserta dari LPPM Ubaya adalah Dr. Hazrul Iswadi sebagai Sekretaris, Utomo, S.S. sebagai Manajer Administrasi Pengabdian kepada Masyarakat…

The post Perkuat Pendampingan Di Desa Binaan, LPPM Ubaya Ikuti ToT Pendamping BUMDes appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>
          SURABAYA-KEMPALAN: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Surabaya (Ubaya) mengikuti Training of Trainers (ToT) Pendamping BUMDes Angkatan 38 pada tanggal 22-24 September 2022. ToT diadakan oleh Bumdes.id di Sleman, Yogyakarta. Peserta dari LPPM Ubaya adalah Dr. Hazrul Iswadi sebagai Sekretaris, Utomo, S.S. sebagai Manajer Administrasi Pengabdian kepada Masyarakat dan Tang Hamidy, A.Md. sebagai Manajer Administrasi Penelitian.
          Selama tiga hari pelaksanaan ToT, peserta diberikan materi Filosofi & Revitalisasi BUMDes Paska PP 11/2021, Tata Kelola BUMDes, Bentang Hidup Desa dan Laporan Keuangan BUMDes. Pada hari terakhir, para peserta diajak untuk mengunjungi sebuah Bumdes inspiratif, yaitu Bumdes Tridadi Makmur yang berlokasi di  Desa Tridadi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Unit usaha dari Bumdes Tridadi Makmur adalah lokasi wisata Puri Mataram dan Budidaya Tanaman Aglonema.
          Narasumber untuk ToT di atas adalah Rudy Suryanto, S.E., M.Acc., Ak., CA., Ph.D. sebagai pendiri bumdes.id, Agus Setyanta, S.Sos. sebagai Direktur BUMDes Amarta Pondowoharjo, Desa Pondowoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Raden Agus Choliq, S.E., M.M. sebagai Direktur BUMDes Tridadi Makmur, beserta para konsultas Bumdes dari Bumdes.id yaitu Fandi Galang Wicaksana, S.Pd., M.Ak., Havri Ahsanul Fu’ad, S.Ak., M.Ak., dan Adelia Sulistyani, S.Ak. Para narasumber tersebut dibantu oleh panitia yang berasal dari bumdes.id untuk memberi materi ToT kepada para peserta.
          “Hal yang mendasar yang membedakan eksistensi dari BUMDes antara sebelum dan sesudah adanya Peraturan Pemerintah (PP) No 11 Tahun 2021 adalah kepastian di mata hukum. Berdasarkan PP tersebut, BUMDes dapat dikenali sebagai entitas berbadan hukum yang padanya melekat aturan-aturan yang memberi pegangan bagi para stakeholder BUMDes,” demikian penegasan Rudy saat menjelaskan filosofi dan revitalisasi BUMDes paska PP 11/2021. Entitas berbadan hukum tersebut membuat BUMDes mempunyai payung hukum dalam melakukan bisnis di desa.
          “Salah satu tugas kami di LPPM Ubaya adalah mengoordinasi, mengolaborasi, dan menyinergikan sivitas akademika Ubaya untuk menciptakan ekosistem penelitian dan pengabdian yang baik. Untuk kegiatan pengabdian di desa-desa, koordinasi, kolaborasi, dan sinergi yang dilakukan oleh LPPM dapat dilakukan kalau segenap pelaksana penelitian dan pengabdian mengetahui peta jalan dan langkah-langkah untuk melakukan topik-topik pengabdian. Kami melihat materi ToT yang diberikan oleh bumdes.id ini sangat gamblang dalam memperlihatkan peta jalan dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk dapat merevitalisasi BUMDes,” terang Hazrul terkait dengan tujuan dari LPPM Ubaya mengikuti ToT.
           “Ubaya membina desa-desa di 10 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur. Persoalan utama adalah kelembagaan BUMDes. Kami mendapatkan banyak pemahaman dan pengetahuan yang bermanfaat terkait revitalisasi BUMDes selama mengikuti ToT, terutama dikaitkan dengan adanya aturan yang baru yang mengatur BUMDes,” jelas Utomo terkait dengan manfaat mengikuti ToT.
Penyerahan Sertifikat Peserta ToT Pendamping Bumdes Angkatan 38
Penyerahan Sertifikat Peserta ToT Pendamping Bumdes Angkatan 38
          Sharing best practices pengelolaan BUMDes dilakukan dua BUMDes, yaitu BUMDes Amarta Pandowoharjo dan Tridadi Makmur. Keduanya dipresentasikan berturut-turut oleh direktur masing-masing, yaitu Agus Setyanta, S.Sos.  dan Raden Agus Choliq, S.E., M.M. Untuk BUMDes Amarta Pandowoharjo dipresentasikan di kelas, sedangkan BUMDes Tridadi Makmur dipresentasikan di lokasi BUMDes tersebut berada sekaligus tinjauan lapangan atas unit usaha.
          Semua materi baik di kelas dan tinjauan lapangan menimbulkan kesan yang mendalam bagi para peserta. Para peserta mengakui bahwa materi yang diberikan di ToT ini akan mereka tindaklanjuti dalam melakukan pendampingan BUMDes atau pembinaan desa-desa di lingkungan para peserta. (Hazrul Iswadi) 

The post Perkuat Pendampingan Di Desa Binaan, LPPM Ubaya Ikuti ToT Pendamping BUMDes appeared first on LPPM Universitas Surabaya.

]]>